Bandung, IndonesiaBerita – Jum’at, 20 Oktober 2017 Pengurus Federasi Serikat Buruh Militan (FEDERASI SEBUMI) bersama Kawan Seperjuangan Serikat Buruh Semen Gersik Group. PT. Semen Indonesia Beton/PT. SGG Prima Beton(SB SGG) kembali mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan berkaitan dengan laporan kedua serikat buruh yang sama-sama berafiliasi ke Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KONFEDERASI KASBI) itu yang tak kunjung terselesaikan.

Didampingi oleh Koordinator Hukum dan Advokasi Konfederasi KASBI, Irman Bunawolo, para buruh mendesak agar Pengawas Ketenagakerjaan pada Disnaker Provinasi Jawa Barat memastikan pelaksanaan nota dinas khusus terkait pelanggaran Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) oleh pihak perusahaan. Selain itu, mereka mendesak agar Pengawas pada Disnaker Provinsi Jawa Barat untuk menindak pengusaha PT. Metro Tara dan PT. Jayamas Dwi Perkasa yang diduga melakukan tindak pidana upah.

PT. Semen Indonesia Beton (dulu PT SGG Prima Beton) adalah perusahaan yang bergerak di Bidang konstruksi (beton). Perusahaan tersebut dilaporkan oleh buruhnya karna menerapkan hubungan kerja berdasarkan PKWT sistem outsoucing. Bahkan, perusahaan memutus hubungan kerja sebanyak ratusan buruhnya dengan alasan habis masa kontrak.