Menjadi Referensi Mendunia

Awas Modus Penipuan Lowongan Kerja, Korban dimintai Imbalan

Awas Modus Penipuan Lowongan Kerja, Korban dimintai Imbalan

Jakarta, IndonesiaBerita – Modus penipuan menerima lowongan kerja, PT Inti Tama Karsa telah diduga banyak menelan korban orang yang membutuhkan pekerjaan, pasalnya pelamar kerja dimintai imbalan sebelum bekerja.

Bertemu dengan awak IndonesiaBerita, di Jakarta (20/10/17) salah satu korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ia telah membayar uang sebesar Rp 989.000,- kepada yang meng-interview disalah satu kantor cabang mereka di Jalan Makmur No 116 Roxi Mas Jakarta Pusat. Dengan iming-iming gaji Rp 3,6 juta s/d Rp 6 juta rupiah.

Korban juga mengaku bahwa ia mendapatkan informasi melalui Internet salah satu situs yang memberikan informasi Lowongan Pekerjaan, setelah mendaftarkan diri diwibesite itu, ia dihubungi oleh pihak perusahaan yang bernama Ibu Hera, SH dengan No Hp 0821-1526-5870 atas nama PT Sinar Abadi Makmur beralamat tersebut diatas (Suplayer Sparepart Motor), untuk korban diminta hadir kekantor agar dinterview, setelah diinterview korban disuruh bayar terlebih dahulu, dengan alasan untuk Medical Cek Up, Jamsostek dllnya sebesar RP 600.000,-.

sambung korban, menyampaikan setelah interview dan memenuhi kewajibannya bahwa ia dimintai kembali membayar oleh Ibu Yuli yang menggunakan kerudung dan kacamata itu, untuk membayar biaya training dan alat-alat tulis sebesar RP 389.000,- supaya dapat mengikuti training di Pasar Minggu, namun korban tidak diberikan alamat yang jelas cuma diberikan patokan dekat Halte Pomad. Dimana korban hanya diminta untuk bertemu Bapak Yogi, salah satu sebagai Trainernya.

Tambah korban, setelah mengikuti training di Pasar Minggu, maka korban diberikan Surat Perintah Kerja oleh pihak PT. Inti Tama Karsa yang ditanda tangani oleh korban diatas materai 6000, tertuang dalam perjanjian korban diberikan jabatan sebagai Mitra Kerja. padahal korban mengaku awalnya diberikan janji sebagai Receptionist dan Staf Administrasi bukan sebagai Mitra Kerja. Korban juga selesai training diberikan sertifikat tanda kelulusan.

Lalu Pak Yogi meminta kepada korban untuk Keesokkan harinya tanggal (19/10/17) agar hadir di Kantor Pusat Interview Slipi Jl Raya Anggrek Nelly Murni Blok C No 91B, kurang lebih 30 Meter di Belakang Mall Slipi Jaya, Jakarta Barat. Hari pertama korban bekerja langsung diperintahkan oleh Bapak Gusti Wahyudi, SH (Manager HRD/0857-7933.4232) untuk membuka iklan lowongan kerja disalah satu Aplikasi terkemuka tanah air, untuk mencari calon pelamar/korban lainnya, namun korban menolak dengan tegas perintah itu.

“karena saya melihat gelagat yang tidak beres dan mencurigakan, maka saya putuskan untuk menyampaikan suasana kantor itu kepada suami, agar dapat memberikan pertimbangan kepada saya melanjutkan atau tidaknya bekerja yang tidak sesuai janji, maka suami memutuskan menyuruh saya untuk meninggalkan tempat penipuan itu, tanpa basa basi saya ikuti saja perintah suami” Ucapnya

Korban juga berencana akan melaporkan dugaan penipuan dengan modus menerima lowongan pekerjaan itu kepada pihak Kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta.

“iya masa mau bekerja harus membayar terlebih dahulu, kita kan mau bekerja untuk mencari uang, malah ini dimintai uang dulu untuk bisa kerja, kan aneh aja, makanya saya nekat mau laporkan kepolisi saja, sehingga tidak ada korban lagi dikemudian hari, kan kasihan orang yang dari kampung klo menjadi korban” Kata ibu dua orang anak ini.

Sambil mengutarakan kronologis korban sangat kecewa dengan modus penipuan itu, dengan meneteskan air matanya korban meminta kepada Indonesia Berita agar dapat mendampingi pada saat akan melaporkan perusahaan itu kepada pihak yang berwajib.

“saya tidak terima dengan modus penipuan itu, saya merasa tertipu apalagi saya telah membayar uang sebesar kurang lebih satu juta rupiah, dengan alasan untuk medical cek up, sampai detik ini saya tidak pernah dimedical cek up apalagi mendapatkan kartu Jamsostek” Tutupnya dengan nada gemetar

Ibu asal Sumatera ini juga menyampaikan, ia telah meminta kepada bapak Gusti Wahyudi, SH alias Hidro yang mengaku Manager HRD untuk menutup iklan di Aplikasi yang menggunakan atas nama korban, melalui WA, namun hingga sampai saat ini korban mengaku iklannya belum juga ditutup oleh pihak perusahaan yang mengatasnamakan dirinya, karena korban bukan yang membuat akun itu. Bahkan sebelumnya Korban juga disarankan untuk tidak menggunakan nama asli, namun korban tidak mengindahkan perintah itu.

sampai berita ini diturunkan pihak Perusahaan PT Inti Tama Karsa & PT Sinar Abadi Makmur tidak dapat dihubungi melalui telepon selular untuk dimintai konfirmasinya, meski Indonesia Berita telah mengirimkan SMS terlebih dahulu.

Komentar
Loading...