Menjadi Referensi Mendunia

Upaya PT Krakatau Steel Terus Tingkatkan Pendapatan di 2017

Banten, Indonesia Berita– PT Krakatau Steel salah satu Perusahaan milik BUMN terus berupaya meningkatkan kapasitas produk baja HRC, Hal itu di ungkapkan Direktur Utama KS Wirgantoro Roes Setiyadi, KS sekarang sedang membangun pabrik hot strip mill 2 di Kawasan Indutri Krakatau, di Cilegon Banten, Rabu (1/11/17), sedangkan untuk target operasionalnya ialah tahun 2019. Itu, sebagai bentuk upaya meningkatkan tingkat pendapatan.

“Sampai September 2017 Krakatau Steel telah menyuplai sebanyak 20.369 ton baja. Hasil tersebut dipergunakan untuk kebutuhan proyek konstruksi yang ada di Jakarta-Cikampek II. Total proyek tersebut membutuhkan 225.000 ton baja yang akan disuplai dari Krakatau Steel hingga 10 bulan ke depan. Proyek ekspansi ini merupakan upaya memperbaiki defisit neraca perdagangan baja di masa yang akan datang yang berpotensi mencapai US$ 15 miliar,” Ungkap Wirgantoro.

Pada empat tahun terakhir, Perusahaan KS juga telah melakukan upaya peningkatan produktifitas dan efisiensi. Salah satu yang mereka tempuh ialah, berkomitmen memberikan kode KRAS di Bursa Efek Indonesia (BEI), hal itu dilakukan agarPerusahaan tersebut terhindar dari kerugian.

Tambok P. Setyawan Direktur Keuangan KS, menambahkan” Pihaknya sedang melakukan perbaikan dari kinerja dan pendapatan. Tujuannya agar pencapaian pendapatan bisa lebih baik dari tahun kemarin. Ditambah dengan kondisi harga baja yang semakin membaik dan efisiensi biaya” ungkap Setyawan.

Terbukti, hingga kuartal III-2017, PT KS, memberikan pemasukan sebesar US$ 1,04 Miliar. Angka tersebut naik 5,87% dibandingan dengan tahun lalu, U$982,29 Juta.
Selain itu, harga jual produk baja lembaran canai panas atau hot rolled coil (HRC), yang memberikan sumbangan terbesar melonjak hingga 33,33% menjadi U$ 583 per ton. Begitu pun di harga rata-rata produk baja yang dijual seperti coll rolled coil (CRC), long product, dan pipa.

Dalam situs resminya www.krakatausteel.com ditulis bahwa perbaikan pendapatan Krakatau Steel tercermin dari kenaikan arus kas operasi perusahaan hingga mencapai 499,71%. Di kuartal III-2017 arus kas operasi perusahaan tercatat US$ 121,13 juta. Padahal, sembilan bulan pertama tahun 2016, arus kas operasi perusahaan ini hanya sebanyak US$ 21,2 juta.
Berbagai strategi itu, KRAS telah berhasil menekan rugi bersih. Terutama di kuartal III, rugi bersih emiten ini menurun sebesar 34,57% menjadi US$ 75,05 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 114,7 juta.

Penulis : Moh Jumri

Editor : Bondan AP

Komentar
Loading...