Menjadi Referensi Mendunia

Disnakertrans Banten PHP Tangani Kasus Aduan Buruh

Disnakertrans Banten PHP Tangani Kasus Aduan Buruh

Banten, Indonesia Berita – Serikat Buruh Semen Gresik Group (SGG), yang berapiliasi dengan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indoneisa (KASBI), menilai Disnakertrans Provinsi Banten sangat lamban dalam menindak tegas kasus pengaduan buruh PT. SGG yang di putus Hubungan Kerja ceraca sepihak. Bahkan saking lambannya, sehingga nasib 178 orang karyawan tersebut hingga kini tak tentu arah. Karena sejak di PHK tanpa ada pesangon sampai berita ini diturunkan sudah menginjak 11 bulan.

Ketua Kordinator Serikat Buruh PT.Semen Gresik Grup (SGG) mengatakan bahwa dalam proses pengaduan selama ini, pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi (Disprov) Banten bagian Bidang Pengawasan kiprahnya nyaris tiada arti.

Menurut dia, Perusahaan PT. SGG Prima Beton yang sekarang beralih menjadi PT.Semen Indonesia, berlokasi di Wilayah Serang, Tanggerang dan Cilegon, melakukan PHK sepihak terhadap 178 pekerjanya jelas jelas melanggar UU Ketenagakerjaan no 13 Tahun 2003.

“Bagian pengawasan dalam menangani aduan kerap kali lamban untuk memproses pengaduan dari buruh “ujarnya.

Dikatakan, Samirwan bahwa dalam salinan nota surat yang disahkan oleh PHI bahwa mereka statusnya menjadi pemberi kerja di PT Semen Indonesia. Akan tetapi Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten dalam hal ini bagian pengawasan tidak berani memastikan nota surat yang sudah disahkan.

“Awalnya perusahaan melakukan pelanggaran hak normatif seperti pemberian BPJS yang tidak beraturan diberikan perusahaan PT SGG Prima Beton kepada pekerjanya. Selain itu, status kita juga di Outsorcingkan dan diputus hubungan kerjanya. Padahal prodak kita itu bukan musiman. Dan kami mencoba menyelesaikan kasus ini dengan musyawarah bersama perusahaan”terang Samirwan.

Ditambahkan Samirwan, masalah ini, belum ada kesepakatan dan kita menempuh jalur litigasi. Selain itu, kita juga telah memenangkan putusan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dimana perusahaan kalah dalam menggugat semua buruh dalam status kerjanya.

“Kita dari bulan Januari setiap minggunya selalu ke Pengawasan Provinsi Banten untuk menanyakan perihal kasus ini, sudah sampai mana permasalahannya, akan tetapi pihak pengawasan selalu berkata. Kami dari pengawasan sedang proses kasus ini.”ungkap Samirwan.

Baca Juga : Pidato Tahunan Anggota Presidential Council WFTU Perwakilan Dari KASBI , Pemotongan Upah Sepihak, FSBN KASBI Adukan PT SIU Ke Pengawasan

Sedangkan ditempat terpisah, Ubaidilah Kabid Pengawasan Provinsi Banten membantah dalam lambannya dalam menangani kasus pengaduan buruh di PT SGG, kita bukan lamban dalam menangani pengaduan ini, akan tetapi dari pengawasan sudah melayangkan surat kepada perusahaan bahkan sudah diberikan ke Pengadilan.

“Kita telah melayangkan surat kepada perusahaan, dan sudah di Pengadilan, akan tetapi itikad dari perusahaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut terutama status hubungan kerja agar terlebih dahulu diselesaikan. Selain itu, Perusahaan PT SGG tidak hanya di Banten karena kasus ini menyangkut di tiga Wilayah, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, tentu ini kebijakannya dari Kantor Pusat. Tentunya tidak sesederhana ini dalam penyelesaian kasusnya harus tahap demi tahap” tandasnya.

 

Penulis : Carlly

Editor : Bondan AP

Komentar
Loading...