Menjadi Referensi Mendunia

Aset Milik Banten Digunakan Oknum Jawara, Pemprov Tak Berdaya Menariknya

Aset Milik Banten Digunakan Oknum Jawara, Pemprov Tak Berdaya Menariknya

Serang, Indonesia Berita – Dua Dinas di Pemerintah Provinsi Banten, yakni Dinas Pengelola Keuangan Daerah dan Aset berikut Biro Umum, sepertinya tak berkutik untuk menarik mobil Dinas jenis VW berwarna putih bernomor polisi A 1300 yang kini masih dikuasai oleh seorang oknum Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Hanura berinisial UM, Jumat, (16/11/17), di Serang.

Bahkan ironisnya lagi, diduga mobil tersebut saat ini masih intens dipergunakan oleh isteri muda oknum anggota legislatif tersebut, serta nomor polisinya diganti dengan nomor khusus D 1608 DI, dimana nomor ini seharusnya diperuntukan khusus bagi Detasemen Intelijen.

Salah satu pejabat di Biro Umum yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pemeliharaan kendaraan dinas milik Pemprov Banten berinisial S, kepada wartawan Indonesia Berita mengatakan, Gubernur Banten Wahidin telah memerintahkan kepada Kepala Biro Umum (Plt) Tarseno, agar segera mobil tersebut ditarik dan diserahkan kembali pada Pemprov dalam hal ini Biro Umum Banten, sehingga diterbitkan lah surat resmi bernomor 024/581-umum 2017 dan ditandatangani Plt Kepala Biro Umum Provinsi Banten, Tarseno S.Pd. M.Si, serta ditujukan kepada anggota DPRD Banten berinisial UM. Akan tetapi menurut S selaku Kasubag Pemeliharaan Kendaraan yang ditugasi hal tersebut, setelah surat itu diterima oleh UM, malah dirinya didamprat oleh oknum Dewan itu.

“Gak usah kamu yang narik mobilnya tapi suruh saja Gubernur WH yang melakukannya,” ujar S sambil menirukan kata-kata yang pernah dilontarkan oknum Dewan itu.

Masih ungkap S, dirinya juga pernah ditelpon anggota Dewan tersebut, agar mau menandatangani surat berita cara yang seolah-olah bahwa Mobil VW putih bernomor  A 1308 itu telah dilimpahkan ke Koni Banten.

“Namun saya menolaknya, sebab hal itu beresiko tinggi bagi saya. Selanjutnya saya melaporkan kejadian ini pada atasan saya, akan tetapi hingga kini saya belum mendapat arahan lagi, sehingga mobil tersebut tetap masih dikuasai Bapak UM,” terangnya.

Ditempat terpisah Kepala Seksi Asset di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah dan Asset Pemprov Banten, Rahmat didampingi Kasubag Pemeliharaan Asset Kendaraan, Didin ketika dikonfirmasi, pihaknya mengaku baru mengetahui informasi terkait mobil Dinas yang kini masih dikuasai oleh Oknum Dewan berinisial UM tersebut.

“Justru kita baru tahu hal ini sekarang, namun demikian hal ini akan saya kordinasi kan pada atasan kami,” ujarnya.

Rahmat dan Didin mengungkapkan sudah jelas berdasarkan PP Peraturan Pemerintah (PP), Nomor 18 tahun 2007 tentang uang pengganti kendaraan/transportasi anggota Dewan, bahwa semua anggota DPRD tidak lagi diperbolehkan menggunakan mobil dinasnya. Dimana hal tersebut sudah karena diganti dengan uang transportasi yang besarnya telah ditetapkan sesuai dengan PP no 18 tahun 2007. Serta diberikan kepada setiap anggota dewan tiap bulannya.

“Kami akan mencari informasi keberadaan mobil VW putih tersebut, dan tentunya persoalan ini akan kita laporkan kepada pimpinan kami,” tegasnya.

Sementara itu ketika anggota Dewan berinisial UM hendak dikonfirmasi via Selurelnya terkait perihal ini, ia tak mau menjawab. Malah yang mengangkat telepon itu justeru seorang wanita yang mengaku sebagai isterinya.

“Maaf bapak sedang tak ada dirumah,” jawabnya seraya langsung mematikan HP nya.

Penulis : Asef WE

Editor : Bondan AP

Komentar
Loading...