Menjadi Referensi Mendunia

Birokrasi Komplek Kota Tangerang Selatan, SK Pensiun Sudah 1 Tahun Tak Kunjung Selesai

Tangerang Selatan, Indonesia Berita, sejak pensiun November 2016, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, tepatnya bertugas di Puskesmas Jombong Ciputat, hingga sekarang Surat Keputusan pensiun tak kunjung keluar, pasalnya badan yang membawahi dan kepengurusan kepegawaian Kota Tangerang Selatan tidak dapat menyelesaikan.

Ibu Isah Zainabsih menyampaikan kepada Pewarta Indonesia Berita, Kamis (16/11/17), bahwa ia telah 1 tahun pensiun sejak November 2016 yang lalu, namun hingga hari ini menurutnya masih juga belum jelas statusnya, akibatnya tidak dapat menerima gaji sebagai orang pensiunan.

“kalau memang ada kendala, kendalanya dimana? agar saya tidak digantung dengan persoalan ini, sedangkan anak saya yang dikuasakan tak kunjung juga diberikan informasi dari BKPP Kota Tangerang Selatan apa kendalanya” Ujarnya

Sementara itu ditempat yang sama, anak dari Ibu Isah Zainabsih mengungkapkan bahwa ia telah dua kali bertemu dengan Pegawai BKPP Kota Tangerang Selatan yang bernama Muhajir, namun hingga saat ini tidak juga mendapatkan penjelasan dan informasi kemajuan terkait kepengurusan SK Pensiun ibunya, bahkan melalui pesan singkat baik SMS dan WA juga terkadang tidak mendapatkan balasan.

“saya telah dua kali bertemu dengan Mas Muhajir pegawai BKPP Kota Tangerang Selatan, berdasarkan petunjuk dari ibu untuk menemui beliau, namun hingga saat ini jawaban tegas dan pasti tidak juga di dapatkan seperti apa tindak lanjut urusan SK ibu saya” Ucapnya

Sambung Akhrom, ia juga mengaku telah datang ke Badan Kepegawaian Nasional berdasarkan petunjuk Mas Muhajir untuk meminta keterangan terkait perkembangan sidang pensiun ibunya, namun menurutnya pihak Badan Kepegawaian Nasional tidak juga memberikan informasi yang bersifat pasti, melainkan akan terlebih dahulu mengkroscek ke Badan Kepagawaian Kota Palembang asal ibunya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

“saya penasaran dan berkonsultasi meminta keterangan terkait surat keputusan pensiun di BKN Pusat di Jakarta, hanya jawaban dari petugas disana tidak juga memuaskan, seperti Birokrasi Komplek, sangat disayangkan dengan program Presiden Joko Widodo Revolusi Mental ternyata belum juga diterapkan oleh instansi dan para pegawainya” Ujar Akhrom yang juga Relawan Jokowi ini.

Lanjutnya, setelah ia dari BKN di Jakarta, maka ia menemui kembali Mas Muhajir tempat awal ibunya memberikan ijazah SMA sebagai salah satu syarat administrasi, setelah bertemu kembali dengan pegawai BKPP tersebut justru mendapatkan jawaban yang menambah persoalan.

“ketika saya bertemu kembali pegawai BKPP Tangsel, dan menyampaikan hasil dari BKN di Jakarta, justru mendapatkan jawaban baru dari Mas Muhajir, yang malah menambah lagi urusan baru, seperti mau ke Palembang dan ke Bandung lah untuk hanya mengurusi Surat Keputusan Pensiun ?” Katanya.

Meski demikian Akhrom tidak menyerah disitu saja, melainkan ia juga akan terus mengejar kepastian surat keputusan pensiun ibunya yang telah mengabdi kepada negara 40 tahun lamanya.

“apakah seperti ini perlakuan yang pantas diterima ibu saya, sedangkan pengabdian sebagai tenaga medis selama 40 tahun dibayar dengan tidak adanya kepastian informasi dan solusi” tegas Akhrom yang kini berprofesi sebagai jurnalis.

Akhrom juga melanjutkan, “yang menjadi pertanyaan saya, untuk mengurus administrasi apakah sampai memakan waktu satu tahun? sedangkan itu hanya berkaitan dengan data yang sangat sederhana” Terang Akhrom sebagai aktivis pergerakan yang menjabat Sekretaris Jenderal di Komite Rakyat Nasional ini.

Sembari menutup keluh kesahnya,  Akhrom juga mengutarakan, bila urusan ini tidak juga kunjung selesai maka dia akan melaporkan ini ke Ombudsman terkait pelayanan publik berdasarkan Undang -Undang No 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman RI dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, bahkan katanya akan juga melaporkan ini kepada DPRD Kota Tangsel dan Instansi terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak BKPP Kota Tangerang Selatan dalam hal ini Bapak Muhajir tidak juga membalas pesan Whatsapps Indonesia Berita

Penulis : Yakobus Eko

Editor : Bondan AP

Komentar
Loading...