Menjadi Referensi Mendunia

Planet Ross 128 b Berpotensi Layak Huni

Jakarta, Indonesia Berita – Para astronom menemukan planet luar tata surya yang mengorbit bintang katai merah kemudian diberi nama Ross 128 b.

Ross 128 b planet ini berpotensi layak huni terdekat yang mengorbit bintang “tenang” nan ramah terhadap kehidupan.

Planet ini ditemukan teleskop bumi High Accuracy Radial velocity Planet Seardher (HARPS) di Le Silla Obseevatory Cili. Ross 128 terletak 11 tahun cahaya dari Bumi, mengorbit bintang induknya setiap 9,9 hari dan 20 kali lebih deket dengan bintang induknya ketimbang Bumi ke Matahari.

Sebenarnya Ross 128 b bukanlah planet luar tata surya terdekat yang pernah ditemukan sebelumnya pada pertengahan tahun lalu para astronom mengumumkan penemuan Proxima Centauri b.

Proxima merupakan planet luar tata surya terdekat yang hanya berjarak 4,25 tahun cahaya dari Bumi yang oleh para astronom menduga Proxima b memiliki unsur pendukung kehidupan.

Namun analisis lebih lanjut menunjukan bahwa Proxima tidak memiliki atmosfer, salah satu unsur penting yang dapat melindungi kehidupan dipermukaan planet dari radiasi bintang.

Kondisi ini terjadi karena bintang induk Proxima b, yakni Proxima Centauri merupakan bintang katai merah yang sangat aktif. Bintang itu menyemburkan radiasi ke ruang angkasa, semburan itu bisa bisa menyingkirkan atmosfer apa pun dari Proxima b sehingga memungkinkan radiasi bintang dahsyat mencapai permukaannya.

Namun Ross 128 b belum dapat dipastikan apakah terletak di zona layak huni (Goldilock) bintang. Zona Goldilock ialah area di sekitar bintang yang kondisinya memungkinkan keberadaan air cair di permukaan planet.

“Beberapa model komputer menunjukan planet ini terlalu dekat dengan bintabg induknya sehingga bisa saja kehilangan atmosfer. Model lain menunjukan bahwa planet dapat membentuk awan yang memantulkan radiasi dan mencegah pemanasan berlebih, sehingga air bisa tetap berwujud cair di permukaan planet, ” ujar pemimpin penelitian, Xavier Bonifils dari Universite Grenoble Alp.

Bonifils juga menegaskan, “Kami pasti membutuhkan lebih banyak data sebelum bisa mengatakan kesimpulan apa pun. ”

Dalam beberapa dekademendatang para peneliti berharap generasi terbaru teleskop bumi seperti Extremly Large Telscope, yang saat ini sedang dibangun di Cili, dapat membantu kita mengamati planet inj lebih detail untuk mengetahui keberadaan atmosfer dari tanda-tanda kehidupan di sana.

(Sumber: eso.org, smithsonianmag.com, nationalgeographic.com)

Penulis : Yakobus Eko

Editor : Bondan AP

Komentar
Loading...