Serang,IndonesiaBerita-Perwakilan dari Komite Penggerak Upah Kabupaten Tanggerang, Serang dan Cilegon, Jumat (22/11/17), kembali mendatangi Komplek Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), untuk menagih janji Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), dalam merevisi kenaikan upah 2018 yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, satu hari yang lalu massa buruh kecewa karena WH tidak berani menemui mereka. Beliau malah pergi begitu saja tanpa mendengarkan aspirasi dan tuntutan buruh. Akan tetapi pihak Pemprov Banten melalui Kadisnaker Al Hamidi menyampaikan bahwa Gubernur akan bersedia menemuinya setelah shalat Jumat di Pendopo.

Tujuan buruh kembali mendatangi KP3B itu, bukan tanpa tujuan. Mereka siang tadi tentu membawa tuntutan “Tolak Penetapan UMK 2018, dan meminta Gubernur Banten segera merevisi SK UMK Kabupaten dan Kota se-provinsi Banten.

Dalam aksi kedatangannya tadi, para perwakilan buruh meminta pihak Gubernur Banten, dalam hal ini Wahidin Halim agar berani bertanggung jawab dengan janjinya, dan siap bertemu dengan perwakilan buruh atau para pimpinan buruh untuk memberikan klarifikasi terkait penandatanganan SK UMK se-Banten untuk kenaikan tahun 2018 mendatang, tanpa menggunakan formula PP 78/2015.

Disnaker Banten Al Hamidi menjelaskan ” kepada perwakilan dari buruh agar dalam menyampaikan aspirasinya tidak bertentangan dengan aturan, sehingga nantinya saya akan menyempaikan aspirasinya untuk menghadap Gubernur. Tentu harus disepakati terlebih dahulu dan dibatasi dalam audiensi bersama Bapak Wahidin Halim. Sehingga tidak begitu banyak yang akan ikut beraudiensi” Ungkap Hamidi.

Gerakan buruh se-Banten menilai, mereka tiba-tiba di KP3B itu bukan tidak menggunakan aturan. Akan tetapi mereka sebelumnya melakukan upaya melalui mediasi dan rapat dalam penentuan upah. Tapi nyatanya dalam penentuan upah pemerintah Provinsi Banten abai dalam rekomendasi yang telah diberikan buruh disetiap Kabupaten dan Kota. Tentu para perwakilan buruh tidak mempermasalahkan seberapa perwakilan yang akan hadir untuk beraudiensi, bahkan satu orang pun para buruh sepakat dalam mewakilinya asalkan tuntutan dan rekomendasinya dipenuhi dalam merevisi kenaikan upah 2018.

Sampai berita ini di turunkan, perwakilan dari Komite Penggerak Upah Kabupaten dan Kota se-Banten belum ditemui oleh Gubernur. Mereka para perwakilan tadi masih menunggu di Halaman Disnaker bahkan setelah shalat magrib mendatangi Rumah Dinas WH tetapi belum ada yang ditemui. Mereka kembali aksi di KP3B agar bisa bertemu dengannya sesuai yang dijanjikan oleh perwakilan dari Disnaker kemarin. Sedangkan untuk sebagian massa yang ada luar sudah meninggalkan lokasi aksi.

 

Penulis : Jumri

Editor : Bondan