Menjadi Referensi Mendunia

Perjuangan SBN Dalam Memastikan Tegaknya Hukum Perburuhan



Banten, Indonesia Berita – Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sepihak oleh Perusahaan PT Klip Plastik Indonesia terhadap 125 anggota Serikat Buruh Nusantara FSBN KASBI dua tahun lalu dipastikan kasus penangannanya akan berakhir. Perusahaan yang beralamat di jalan Yos Sudarso Daan Mogot Batu Ceper Tanggerang tersebut telah memproduksi Klip Plastik Obat kurang lebih selama 30 tahun.

Dalam sidang Anmaning pertama yang berlangsung di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Banten, Senin kemarin (29/11/170), para buruh yang mengawal kasus tersebut memastikan tegaknya hukum perburuhan. Bagaimana tidak, dalam sidang yang dipimpin oleh Sumartono Kepala PHI Banten telah mengajurkan agar Perusahaan menjalankan Putusan Pengadilan no 43 Pdt Sus PHI/2016/PN Srg yang sudah berkekuatan hukum tetap. Hal itu tentu tidak bisa ditawar dan wajib dilaksanakan.

“Jadi Perusahaan dalam melakukan PHK terhadap 125 Karyawan pada 26 Agustus 2015 lalu. Itu telah batal secara hukum dan Perusahaan harus mempekerjakan kembali pekerja yang telah di PHK tanpa mengurangi haknya. Perusahaan juga wajib membayar kan upah selama proses persidangan dari mulai di PHK sampai diputus status kasusnya. Tidak hanya itu, pihak Perusahaan juga harus membayar pesangon setiap hari hingga keputusan ditetapkan. Sehingga putusannya harus dijalankan” Terang Sumartopo.

Sedangkan, Ramlan Ketua SBN PT Klip Plastik mengatakan” PHK yang dilakukan oleh Perusahaan PT Klip Plastik terhadap 125 anggota kita. itu terjadi pada 26 Agustus 2015 lalu. Dimana para buruh menolak kebijakan perusahaan yang akan mengganti status kita dari Kariyawan menjadi Outsorcing. Hal itu terjadi di beberapa posisi yang berhubungan langsung dengan produksi. Pada waktu itu, kawan-kawan pengurus dan anggota serikat melakukan menolak dengan melakukan mogok kerja. Besoknya para karyawan yang akan bekerja tidak diperbolehkan masuk oleh Perusahaan karena menurut pihak manajemen sudah ada pengumuman PHK ditempel. Tentu kami menganggap bahwa dalam kasus ini, Perusahaan ingin menyingkirkan para buruh dan anggota serikat yang dianggap cukup kritis terutama dalam menentang tidak dijalankannya aturan ketenagakerjaan” Ungkap Ramlan.

Dalam kasus tersebut, para buruh juga akan terus konsisten untuk mengawal kasus itu hingga tuntas. Sehingga kemenangan bisa mereka peroleh. Tidak hanya itu, mereka beranggapan bahwa kejadian itu sebagai bentuk pelajaran bagi perusahaan agar tidak semena-mena dalam membuat kebijakan yang merugikan kedua belah pihak, termasuk menghalang-halangi buruh dalam berserikat.

Penulis : Jumri

Editor : Bondan AP

Komentar
Loading...