Para audien seminar ‘Know, Treat, and Prevent HIV AIDS’ dengan hash tag #WePreventHIVAIDS, yang merupakan siswa/i SMKN 13, Senin, (11/12/2017). Foto : Dok. TEN Project. (IndonesiaBERITA.com)
Para audien seminar ‘Know, Treat, and Prevent HIV AIDS’ dengan hash tag #WePreventHIVAIDS, yang merupakan siswa/i SMKN 13, Senin, (11/12/2017). Foto : Dok. TEN Project. (IndonesiaBERITA.com)
Para narasumber di seminar dengan tajuk ‘Know, Treat, and Prevent HIV AIDS’ dan disosialisasikan dengan hash tag #WePreventHIVAIDS, diselenggarakan di SMKN 13 Jakarta, Senin, (11/12/2017). Foto : Dok. TEN Project. (IndonesiaBERITA.com)
Para narasumber di seminar dengan tajuk ‘Know, Treat, and Prevent HIV AIDS’ dan disosialisasikan dengan hash tag #WePreventHIVAIDS, diselenggarakan di SMKN 13 Jakarta, Senin, (11/12/2017). Foto : Dok. TEN Project. (IndonesiaBERITA.com)

Kuliah Peduli Negeri Universitas Mercu Buana Ajak Siswa SMK untuk Peduli HIV AIDS

Jakarta, Indonesia Berita – Selain belajar di kampus, mahasiswa juga memiliki kewajiban menjadi agen perubahan untuk lingkungan sosialnya. Menanggapi hal tersebut, Universitas Mercu Buana bersama 10 orang mahasiswanya yang tergabung dalam ‘TEN Project’ menginisiasi sebuah program bertajuk ‘Know, Treat, and Prevent HIV AIDS’ yang disosialisasikan dengan hash tag (tanda pagar) #WePreventHIVAIDS.

“Kuliah Peduli Negeri mengangkat program-program sosial mahasiswa Universitas Mercu Buana, kali ini mengangkat masalah pentingnya mengenali dan menanggulangi ancaman HIV AIDS khususnya di kalangan remaja dan bertujuan untuk meningkatkan awareness remaja tentang HIV AIDS.” Ujar Adhi Candra Gunawan sebagai ketua TEN Project, di Jakarta, Jumat kemarin, (15/12).

Lanjut Adhi, kampanye yang mengangkat kewaspadaan pada HIV AIDS yang dibernama “Know, Treat and Prevent HIV AIDS” ini dilakukan melalui media sosial, media cetak (poster) selama satu bulan. Puncaknya adalah seminar di SMKN 13 Jakarta Barat yang diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2017.

“Di media sosial (instagram, twitter dan facebook) lewat akun @KTPhivaids, TEN Project berkampanye dengan memberikan informasi dasar seputar HIV AIDS seperti: definisi, cara penularan, jumlah pengidap HIV AIDS dan mitos-mitos yang selama ini berkembang di masyarakat. Di media cetak sekolah (poster), TEN Project bekerjasama dengan OSIS SMKN 13 Jakarta Barat untuk berkampanye dengan materi yang kurang lebih sama dengan di media sosial” Ucap Adhi.

Sambungnya, tak hanya berkampanye lewat media sosial dan media cetak saja. Sebagai kegiatan puncak, TEN Project – Universitas Mercu Buana juga menyelenggarakan seminar dengan mengangkat isu “No More Free Sex, No More AIDS”. Isu seks bebas (free sex) dipilih karena sex bebas merupakan salah satu penyebab utama penyebaran virus HIV AIDS khususnya dikalangan remaja.

“Melalui kegiatan TEN Project ini, Universitas Mercu Buana serius menggelar seminar ini dengan menghadirkan profesional di bidangnya sebagai narasumber, yaitu Dr. Radema Pangaribuan yang sehari-hari bertugas menangani pasien pengidap HIV AIDS di Puskesmas Kecamatan Palmerah” Kata Adhi.

Menurutnya, dalam kesempatan seminar tersebut Dr. Radema Pangaribuan menyampaikan materi pengetahuan dasar tentang HIV AIDS, baik definisi cara penyebaran, sebab dan akibat, pertolongan awal, pengobatan bahkan meluruskan mitos-mitos tentang HIV AIDS yang selama ini menyebar di kalangan masyarakat.

“Jauh yang lebih penting dari hal ini dan perlu selalu diingat oleh para remaja bahwa pencegahan HIV AIDS dimulai dari menjaga diri dari pergaulan bebas, memilih teman dalam hal pergaulan dan memilah ajakan teman untuk mendatangi tempat-tempat tertentu dan bergaul dengan komunitas tertentu dalam konteks pergaulan bebas. Mengetahui dan membatasi diri dalam kegiatan pacaran juga merupakan hal penting” Tutur Dr. Radema Pangaribuan.

Dr. Radema Pangaribuan juga menyampaikan suka dukanya selama beberapa kali menangani pasien yang sudah dinyatakan positif mengidap Virus HIV AIDS.

Sementara itu Adhi menyambung keterangannya, sesi materi oleh Dr. Radema Pangaribuan ini akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab audience yang merupakan siswa-siswa terpilih SMKN 13 Jakarta yang sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar HIV AIDS kepada narasumber.

“Dalam Seminar tersebut TEN Project juga menghadirkan anggota YOBS (Yayasan Odha Berhak Sehat), yang merupakan yayasan yang menangani pengidap HIV AIDS dan menjadi komunitas penampung pengidap HIV AIDS sehingga mereka tetap bisa bersemangat untuk menjalani hari-harinya dengan normal tanpa terbebani penyakit yang diidapnya.” Ungkapnya.

Ia menambahkan, anggota YOBS menjelaskan tentang yayasan yang mereka kelola dan bercerita tentang kegiatan-kegiatan positif komunitas untuk mengangkat moril para pengidap HIV AIDS.

Selain itu juga, sebagai pembicara terakhir dalam seminar ini adalah Mas Tegar (nama samaran) yang merupakan pengidap virus HIV AIDS yang baru beberapa bulan yang lalu dinyatakan positif dan masih berusia muda.

“Mas Tegar dengan sangat besar hati membuka statusnya didepan audience seminar dengan menceritakan kisah hidupnya dan kronologis bagaimana sampai dia dinyatakan positif mengidap virus HIV AIDS” Ujarnya

Berbeda dengan para pengidap HIV AIDS pada umumnya, Mas Tegar termasuk seseorang energik dan bersemangat, dia bertekat untuk tetap berkarya dan berusaha menjalani hidup dengan normal di tengah masyarakat.

“Jangan berputus asa, harapan itu kita yang ciptakan, tetap berkarya apalagi kita masih muda dan selalu berpikir positif, bahwa penyakit ini bukan akhir segalanya.” Ungkap Mas Tegar dengan semangat.

Begitu juga dalam sesi tanya jawab dengan Mas Tegar ditanggapi dengan sangat antusias oleh siswa-siswa SMKN13 Jakarta yang merupakan audience seminar.

Editor : Bondan AP