Nabire, Indonesia Berita – Menjelang penghujung tahun 2017, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan proyek kelistrikan di wilayah Papua. Proyek kelistrikan yang diresmikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW, Rabu (201/12/2017)

Presiden Jokowi menegaskan dengan adanya kedua pembangkit listrik ini diharapkan bisa menarik para investor menanamkan modalnya baik di Papua maupun Papua Barat.

Lihat Juga : 

Ironis, Gubernur Kal-Bar Bertolak Belakang Dengan Sikap Indonesia Terhadap Israel !

“Orang mau investasi entah di Nabire, Jayapura, Manokwari atau di kota lainnya yang berani masuk. Membangun hotel misalnya karena emang listriknya ada. Kalau tidak ada, orang membangun hotel di Papua atau Papua Barat akan mikir 1000 kali. Oleh karena itu, listrik menjadi kunci bagi yang sedang berada di Papua,” tegas Presiden Jokowi.

Senada dengan Presiden, Menteri ESDM, Ignasius Jonan menyampaikan bahwa pembangunan ketenagalistrikan di Papua harus menjadi prioritas.

“Di wilayah timur Indonesia ini, pembangunan harus diprioritaskan. Pembangunan di Papua merupakan salah satu simbol percepatan pembangunan Indonesia Timur, untuk pemerataan pembangunan,” ungkap Jonan.

Jonan menambahkan kehadiran PLTMG Nabire dan PLTMG Jayapura menjadikan sistem kelistrikan di wilayah Papua yang lebih handal dan akses listrik menjadi lebih luas.

“Tambahan dua PLTMG di Papua ini diperkirakan menambah pelanggan listrik baru sebanyak 87.000 pelanggan. Sebanyak 25.000 pelanggan di Nabire dan 62.000 pelanggan di Jayapura,” tambah Jonan.

Lebih lanjut Jonan menegaskan pembangunan PLTMG Nabire dan PLTMG Jayapura juga meningkatkan ekonomi lokal.

“Pada saat pembangunan, total penyerapan tenaga kerja dari dua pembangkit tersebut sebanyak 1.017 orang, terdiri dari 479 tenaga kerja dari PLTMG Nabire dan 538 orang dari PLTMG Jayapura. Selain melistriki daerah, multiplier effect pembangunan juga besar,” pungkas Jonan.

Untuk PLTMG Nabire, penandatangan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) dilakukan pada tanggal 17 Maret 2017 dan berlaku pada tanggal 8 Desember 2017. Sementara PPA PLTMG Jayapura ditandatangani pada tanggal 21 Desember 2016 dan berlaku pada tanggal 24 November 2017. Dua pembangkit yang merupakan bagian dari Program 35.000 MW ini didesain untuk dapat beroperasi dengan 2 jenis bahan bakar, yaitu gas bumi dan High Speed ​​Diesel (HSD).

Dengan beroperasinya 2 PLTMG tersebut, maka status Program 35.000 MW yang telah beroperasi/comissioning meningkat dari 998 MW menjadi 1.068 MW. Sedangkan proyek yang dalam tahap konstruksi sekitar 15.606 MW, dan proyek yang sudah PPA belum konstruksi sebesar 13.782 MW. Selebihnya, proyek yang masih tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.163 MW dan 2.228 MW.

Selain meresmikan dua PLTMG tersebut, Presiden Joko Widodo juga merilis 74 desa baru berlistrik di 12 kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat, yaitu kabupaten Sarmi, Jayawijaya, Mimika, Yahukimo, Boven Digoel, Biak Numfor, Memberamo Raya, Nabire, Paniai, Pegunungan Arfak, Sorong dan Tambrauw.

Hingga Desember 2017, jumlah desa berlistrik di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah mencapai 1.542 desa dari total 4.472 desa yang telah dibangun. Dengan demikian, terjadi peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat dalam dua tahun terakhir.

Untuk provinsi Papua, rasio elektrifikasi meningkat dari 45,93% pada tahun 2015 menjadi 50,11% pada tahun 2017. Demikian pula rasio desa berlistrik yang meningkat dari 22,02% menjadi 29,53%. Sementara di provinsi Papua Barat, rasio elektrifikasi meningkat dari 82,7% menjadi 91,76% dan rasio desa berlistrik naik dari 32,23% menjadi 54,47%, juga dalam periode waktu tahun 2015 sampai 2017.

Pada kesempatan tersebut, disaksikan Presiden Jokowi, Menteri ESDM juga diberikan secara simbolik paket Tenaga Surya Surya Hemat Energi (LTSHE) yang merupakan program pra elektrifikasi. Penyediaan LTSHE dilakukan dengan pembiyaan APBN dan dibagikan gratis untuk rumah yang belum berlistrik. Lampu LED Ultra Efisien 3 Watt dengan lampu pijar 25 Watt, Baterai Lithium, panel surya dan Manajemen Chip Energi. LTSHE dapat menyala maksimal 60 jam untuk pengisian baterai.

Editor : Bondan AP