Jakarta, Indonesia Berita – Angkutan barang dengan muatan melebihi kapasitas (overload) dan yang melebihi dimensi semestinya (overdimension) dalam waktu dekat ini akan ditindak tegas.

Hal itu diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mulai melakukan tindakan tegas dan razia di lapangan.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Gedung Kemenhub, Jumat (19/1/2018), mengatakan bahwa selama ini angkutan barang yang overload dan overdimension seringkali tidak ditindak dengan benar. Bahkan, kendaraan itu cenderung leluasa melintas di jalan tol atau jalan arteri.

Diakuinya, lantaran barang overload hingga kerap terjadi kerusakan jalan, yang kemudian memicu kerugian negara karena harus mengeluarkan biaya perbaikan.

“Mohon maaf kinerja kami belum seoptimal yang diharapkan. Karen aitu kami sudah sepakat awal 2018 akan melakukan tindakan tegas. Kamu juga sudah panggil Organda dan Aptrindo mengenai hal ini,” kata Budi.

Adapun tindakan tegas yang diambil antara lain berupa tilang. Untuk pembayaran tilang sendiri menggunakan sistem e-tilang, yakni melalui transfer ATM atau EDC yang disediakan di jembatan timbang.

Sementara itu kata Budi, pihaknya akan segera melakukan razia di lapangan dengan membawa alat timbang portabel. Razii ini menurutnya akan didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Razia ini akan diselenggarakan mulai 20 Januari, dengan prioritas untuk kendaraan angkutan barang yang melalui jalan tol.

“Karena kalau di jalan tol cenderung kurang terawasi ketimbang di jalan arteri. Selain itu kalau di jalan arteri sulit menemukan tempat, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan,” ucap dia.

Sedangkan denda kata Budi, kendaraan yang overload dan overdimension bakal dikenai denda maksimal Rp 500.000.

Tak hanya itu, Budi juga berencana mengajukan revisi terhadap Undang-undang No 22/2009 agar nilai denda tersebut bisa lebih besar.

Editor : MJ