Jakarta, Indonesia Berita– Terkait dugaan penyelewengan uang negara Rp 10,6 Milyar di Universitas Samratulangi Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Perwakilan Dosen, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Mahasiswa, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at (19/1/2018).

Kedatangan mereka di gedung anti rasuah ini untuk melaporkan penyelewengan uang negara di Universitas ternama di Sulut ini.

Maxi Egetan dosen Fisip Unsrat Manado selaku Ketua tim pelapor ini didampingi Relawan Jokowi Center (RJC) ketika mendatangi gedung KPK, ). KPK pun berjanji akan segera menindak lanjutinya.

Menurut Maxi, KPK meminta waktu seminggu untuk memeriksa laporan TGR BPK kepada 2200 Dosen, pegawai, dan mahasiswa Universitas Samratulangi Manado untuk kemudian akan turun ke Manado melakukan penyelidikan.

Selanjutnya kata dosen yang cukup vokal ini, laporan ke KPK tersebut bukan hanya soal dugaan penyelewengan uang negara sebesar 10,6 miliyar, namun termasuk pula beberapa dugaan penyimpangan proyek yang dikerjakan di Unsrat Manado.

Baca Juga :

Sebelumnya Dekan Fakultas Pertanian—Yance Pelealu menyebut ada dugaan manipulasi dan korupsi model baru yang sangat merugikan para dosen dan pegawai di Universitas Samratulangi Manado.

Sementara Yance Pelealu mengatakan, para dosen, pegawai, dan mahasiswa yang tidak pernah menerima uang tersebut justru dikenakan TGR—termasuk cleaning servis. “Kasus ini sudah dilaporkan ke Menristekdikti dan Sekjen Kemenristekdikti,” ujarnya.

Editor : MJ