Jakarta, Indonesia Berita – Dipertahankannya Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan juga diangkatnya Idrus Marham duduk diposisi Menteri Sosial ada good plan dari Presiden Jokowi.

Menurut Direktur eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo,  tetap dipertahankannya Airlangga di kabinet menunjukkan Jokowi semakin mesra dengan Golkar.

“Terlepas dari deal dan negosiasi politik di internal Golkar, dengan bertambahnya kader Golkar di kabinet maka Jokowi berhitung posisi pemerintahannya masih aman. Karena dengan masuknya Idrus di kabinet, berarti ada tiga kader Golkar yang menjadi menteri.  Hal itu semakin memastikan dukungan Golkar terhadap pemerintahan Jokowi,” ujar Karyono Wibowo kepada indonesia berita Senin, (22/1/2018).

Selanjutnya tutur Karyono, bertambahnya kader Golkar di kabinet, selain memperkuat posisi pemerintahan Jokowi juga karena ada kalkulasi politik 2019. Untuk maju di Pilpres 2019 harus memenuhi ambang batas 20 persen suara di DPR. Maka diharapkan dengan dukungan Golkar sebagai partai pemenang  nomor dua di Pemilu 2014 yang memperoleh 18.432.312 suara (14.75%) ditambah dengan Nasdem dan Hanura yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi sebagai calon presiden 2019.

Lanjut kata dia, untuk sementara, Jokowi bisa tidur nyenyak, meskipun PDI Perjuangan partainya sendiri belum mengumumkan Jokowi sebagai calon presiden 2019. Mungkin ini strategi PDI-P agar partai-partai lain mendukung Jokowi lebih dahulu baru kemudian pada injury time PDIP mengumumkan Jokowi sebagai calon presiden. Atau PDIP memiliki kalkulasi politik lain, hanya mereka yang mengetahui. Jika PDIP memiliki kalkulasi politik lain tutur dia, misalnya ada maksud berpaling dari Jokowi maka PDIP terlalu berspekulasi, dampaknya bisa rugi sendiri. Prediksi saya PDIP tetap mendukung Jokowi. Ini cuma masalah waktu.

“Kita tunggu saja keputusan PDIP,” paparnya. Untuk itu dia menyarankan, PDIP perlu mempertimbangkan aspek Jokowi Effect. Jangan sampai muncul persepsi publik bahwa PDIP terkesan ragu atau terkesan tarik ulur mendukung Jokowi di pilpres 2019 karena bisa menimbulkan efek negatif di mata pendukung Jokowi yang jumlahnya masih mayoritas dibanding figur capes lain.

“PDIP jangan sampai offside. Sayang lho, jangan sampai kadernya sendiri dicaplok partai lain,” ucap dia.