Indonesia Berita – Setelah lima tahun dibangun, minimarket tanpa kasir “Amazon Go” akhirnya beroperasi secara resmi, Senin (22/1/2018) pagi waktu setempat, atau Selasa (23/1/2018) dinihari WIB.

Minimarket serba canggih tersebut buka perdana di ground floor kantor pusat raksasa teknologi Amazon yang baru, Seventh Avenue di Seattle, Amerika Serikat.

Pembukaan ini sebenarnya terlambat satu tahun dari rencana awal. Kendati demikian, Amazon Go tetap setia pada tujuan dan konsep awalnya, yakni minimarket yang memberikan pengalaman belanja lebih praktis.

Ketika pertama kali masuk, Amazon Go terkesan seperti minimarket yang menyasar kelas high-end. Desain interiornya didominasi unsur kayu dengan lampu pencahayaan berwarna kekuningan.

Pembeli mula-mula disuguhkan dengan pilihan salad, sandwich, dan makanan-makanan siap santap untuk sarapan, makan siang, serta makan malam. Berjalan lebih jauh, barulah pembeli bisa menemukan ragam bir dan wine, serta produk-produk daging olahan.

Setelah mengambil barang-barang yang diperlukan, pembeli tak perlu mengantre untuk membayar di kasir. Pembeli bisa langsung melengos pergi. Bayangkan berapa banyak waktu dan energi yang bisa dihemat dengan mekanisme ini.

Lalu, bagaimana Amazon menarik duit dari pembelian? Sebelum masuk ke Amazon Go, pembeli pertama-tama harus memindai smartphone yang didalamnya sudah tersemat aplikasi Amazon Go.

Proses pemindaian itu memakan waktu hanya beberapa detik, sehingga sukar menyebabkan antrean panjang. Setidaknya begitu yang diklaim pihak Amazon Go.

Selanjutnya, aplikasi itu secara otomatis merekam semua barang yang diambil pembeli. Hal ini dimungkinkan berkat teknologi mutakhir yang menyatukan kamera di sudut-sudut ruangan, sensor pada rak-rak barang, serta data hasil pemindaian aplikasi.

Pembayaran akhir dilakukan secara digital dan otomatis dengan pemotongan saldo yang tersemat di dalam aplikasi Amazon Go di ponsel pembeli.

Ide Amazon Go berawal dari obrolan antar-pekerja Amazon sekitar lima tahun lalu. Mereka bertanya-tanya, “Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kenyamanan belanja?” begitu dicontohkan Chief Technology Officer Amazon Go, Dilip Kumar.

“Kami selalu balik lagi ke pemikiran bahwa orang-orang tak suka menunggu antrean,” Kumar menambahkan, sebagaimana¬†Selasa (23/1/2018), dari Recode.

Amazon pertama kali mengumumkan konsep Amazon Go pada akhir 2016 lalu. Kala itu sang raksasa e-commerce itu menyebut bakal membuka Amazon Go pada awal 2017. Rencana itu nyatanya molor hingga awal 2018 ini.

“Kami tak ingin buru-buru, karena ingin lebih banyak belajar dari program Amazon Beta,” Dilip Kumar berdalih.

Ketika ditanya apakah konsep serupa bakal ditawarkan ke brand minimarket lain, Dilip Kumar mengatakan belum ada rencana ke sana. Pun demikian, apakah Amazon Go akan buka cabang di tempat lain.

“Terlalu dini untuk berspekulasi ke sana,” ia berujar.

Sumber : Recode/kompas com