Kalimantan Timur,, Indonesia Berita – Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Penajam Paser Utara (PPU), Musa yang juga merupakan pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Timur menyambut baik dengan dibentuknya Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) PPU. Dibentuknya BPAN di PPU bertujuan mendukung terselenggaranya Jambore Nasional (Jamnas) tiga, pada April 2018 mendatang.

Demikian disampaikan Musa saat menutup Jambore satu di Kampung Selimbung Kelurahan Buluminung (28/1). Musa mengatakan dilaksanakannya Jambore satu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), karena BPAN Kalimanatan Timur ditunjuk sebagai tuan rumah. Rencananya akan diadakan pada April 2018 mendatang.

“Kami para tetua dan tokoh di Kabupaten Penajam Paser Utara melihat BPAN bukan hanya milik pemuda adat Paser. Sehingga sangat mendukung dengan dibentuknya BPAN di Kabupaten (PPU) agar ke depan seluruh pemuda adat lain yang ada di sini bisa bergabung bersama BPAN. Semoga Jambore Nasional Tiga di Kalimantan Timur bisa berjalan dengan baik.”harapnya.

Sementara itu, Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Wilayah Kalimantan Timur Muhammad Nafis mengatakan dibentuknya BPAN Penajam Paser Utara (PPU), agar ke depan BPAN bisa mengkader generasi pemuda yang bermartabat secara budaya dan berdaulat secara politik. Selain itu, menurutnya BPAN juga harus mandiri secara ekonomi untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembentukan BPAN (Barisan Pemuda Adat Nusantara) di Kabupaten PPU (Penajam Paser Utara) ialah sebagai salah satu mandat dari organisasi. Dimana kami harus melaksanakan mandat yang sudah diputuskan saat Jambore Nasional Pemuda Adat Nusantara pada Januari 2012 lalu di Bogor. Dimana BPAN merupakan tempat berkumpulnya pemuda-pemudi adat nusantara yang merasa senasib dan sepenanggungan.”ungkapnya

Ditambahkan Nafis, BPAN merupakan wadah kaderisasi dan peningkatan kapasitas pemuda – pemudi adat nusantara, sebagai sarana untuk memperjuangkan solidaritas dan aspirasi pemuda-pemudi adat nusantara. Organisasi dan kaderisasi pemuda adat yang diorganisir secara nasional.

“Untuk Provinsi Kalimantan Timur baru dua Kabupaten yang telah terbentuk kepengurusan BPAN, yaitu Kabupaten Paser dan Kabupaten PPU.”ujarnya.

Dikatakan Nafis, setiap anggota BPAN ialah para pemuda dan pemudi adat harus berusia dari umur 17 sampai 35 tahun. Tentu harus berasal dari komunitas Masyarakat Adat.

“Dilaksanakanya Jambore Daerah satu BPAN (Barisan Pemuda Adat Nusantara) PPU (Penajam Paser Utara) itu melalui proses demokrasi yakni musyawarah mufakat, Sehingga terpillihlah Al – Hasnan, menjadi Ketua Daerah BPAN PPU.”ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Penajam Paser Utara (PPU) terpilih,  Al-Asnan menyatakan akan menjalankan mandat yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua.

“Program yang menjadi prioritas ialah, saya akan membentuk Sekolah Adat di PPU. Selain itu, kami juga siap bersinergi dengan Pemkab PPU dalam program pengembangan untuk melestarikan Seni Budaya.”tandasnya.

Penulis : Mohamad David

Editor : Yakobus Eko