AMAN, Bangun Kesadaran Melalui Diskusi dan Membaca

Jakarta Berita – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dorong pemuda adat agar terlibat berjuang lewat membaca dan diskusi. Tujuan diadakan diskusi dan membaca tersebut agar ke depan bisa meningkatkan pemahaman terkait isu permasalahan di masyarakat adat, Sabtu (3/2).

Direktur Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), bagian Pemuda Adat, Arifin Monang Saleh mengatakan metode diskusi ini diadakan untuk berbagi pengetahuan dan informasi kepada seluruh peserta yang magang di AMAN. Selain itu, kita juga mengadakan bedah buku bacaan dari mereka yang telah ditugaskan untuk membacanya selama proses magang.

Baca Juga : Ancaman Kriminalisasi Bagi Masyarakat Hukum Adat Dalam RKUHP

“Kegiatan diskusi ini, kita prioritaskan untuk seluruh pemuda adat yang sedang mengikuti magang di (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) AMAN, agar kita semua dekat dengan mereka dan mereka yang magang bisa lebih kritis terutama dalam merespon permasalahan yang muncul di masyarakat adat.”ungkap Monang.

Selanjutnya Monang menambahkan program magang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan Pemuda Adat. Sehingga ke depan bisa bekerja secara teknik dalam setiap menyelesaikan prsoalan.

“Program diskusi dan membaca ini bertujuan untuk menciptakan kader pemuda adat yang militan, karena ke depan mereka juga akan terlibat menjadi mengurus AMAN di Daerah dan Wilayahnya. Dimana itu salah satu mandat dari hasil Kongres AMAN di Medan kemarin. Untuk saat ini, ada sekitar delapan orang pemuda adat yang sedang magang dan mereka dari berbagai komunitas adat yang tergabung dengan AMAN”terang Monang.

Salah seorang peserta magang, Lily Mustari mengatakan model diskusi yang dilakukan di AMAN, sat ini kita bisa lebih enak menyampaikan dan peduli terkait isu masalah masyarakat yang ada di setiap komunitasnya masing-masing.

“Model diskusi yang diadakan di Rumah Aman bisa meningkatkan kepercayaan kita. Terutama pada saat berbicara di depan teman-teman seperti seorang guru yang menerangkan materi ke muridnya.”terang Lily.

Penulis : Mohamad David

Editor : Yakobus Eko