Jakarta, Indonesia Berita – Kartu kuning dikenal di dunia olah raga khususnya Sepak bola dan bulutangkis. Kartu kuning itu makna singkatnya adalah peringatan.

Kartu kuning dikeluarkan oleh wasit. Dan wasit adalah elemen netral dalam sebuah pertandingan.

Baru-baru ini dunia maya dihebohkan oleh insiden “kartu kuning” yang dikeluarkan oleh Zaadit Taqwa Ketua BEM UI ketika Presiden Jokowi hadir diacara ulang tahun Universitas Indonesia (UI). Awalnya publik berharap apa yg dilakukan oleh Zaadit Taqwa merupakan aspirasi murni mahasiswa terhadap situasi sosial politik yang ada.

Baca Juga :

Namun amat disayangkan, belakangan publik tau kalau Zaadit Taqwa itu punya kedekatan ideologis dengan PKS dan gerakan massa yang aktif mengkampanyekan isu “negara khilafah”. Hal ini diperkuat dengan beredarnya secara masif di medsos screenshot yang menunjukkan sosok Zaadit Taqwa dekat secara ideologi dengan PKS dan Kelompok negara khilafah.

“Artinya, jika benar apa yang beredar di medsos itu maka aksi kartu kuning Zaadit Taqwa tak bisa lagi dibilang sebagai aksi aspirasi murni mahasiswa. Apalagi gerakan kartu kuning itu, hanya dalam hitungan jam langsung mendapat respon dan dukungan dari politisi Fahri Hamzah (PKS) dan politisi Partai Gerindra Fadli Zon serta KAMMI.” Ujar Dedi Mawardi dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu, (3/18)

Akibatnya publik makin tak percaya bahwa aksi kartu kuning dengan wasit Zaadit Taqwa itu murni aksi aspirasi dan sikap mahasiswa UI.

Lanjut Mawardi, Zaadit Taqwa kini tengah menerima pujian dan heroisme dari mereka yang anti Jokowi. Tapi jangan lupa, publik pun tau aksi kartu kuning Zaadit Taqwa itu tidak hadir dengan spontan tapi aksi yang diduga telah disusun lama, tidak sendiri tapi bersama-sama, dan dirancang begitu sistematis dalam pelaksanaan. Hasilnya cukup fantastik terutama di medsos. Follower Zaadit Taqwa menjadi berlipat jumlahnya.

Aksi kartu kuning Zaadit Taqwa bisa jadi targetnya bukan memberi peringatan tapi mau “mempermalukan” Presiden Jokowi dimata civitas akademi UI.

“Asiknya, Presiden Jokowi sendiri tak memandang penting aksi kartu kuning itu. Toh rakyat sudah liat sendiri hasil dari kerja keras Jokowi selama 3 tahun buat bangsa dan negara Indonesia.” Ucap Mawardi yang Menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Seknas-Jokowi ini

Menutup keterangan tertulisnya, sebaliknya publik menilai bahwa aksi kartu kuning Zaadit Taqwa itu tidak murni aksi keperdulian mahasiswa. Bahkan aksi itu sendiri sudah mempermalukan civitas akademi Universitas Indonesia dimata masyarakat Indonesia.

Editor : Yakobus Eko