Bengkulu, Indonesia Berita  – Dewan Pemuda Adat Nusantara (Depan) Region Sumatera Anton Suprianto atau biasa dipanggil Jabeng menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua umum Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN). Dimana pemilihan ketua umum tersebut akan diadakan di Kalimantan Timur pada 18-24 April 2018 mendatang.

Dikatakan Jabeng, keinginannya untuk maju didasari kondisi BPAN yang tengah memprihatinkan terutama dari gerakan pemuda adat yang sampai saat ini, BPAN belum dikenal khusunya ditingkat nasional.

“Insya Allah (maju). Saya sangat prihatin, terutama kawan-kawan dan tokoh adat dari Bengkulu telah menyatakan dukungannya agar saya bisa maju menjadi calon ketua BPAN pada Jambore Nasional ketiga di Kalimantan Timur. Selain itu, saya juga sudah meminta izin untuk maju ke Bang Abdon, dan ia bilang merestui,” kata Jabeng di Bengkulu, Kamis (8/18).

Jabeng menyerahkan kepada tuhan terkait peluangnya untuk maju dan kemudian terpilih sebagai ketua umum BPAN berikutnya.”

Namanya juga usaha ya. Insya Allah niat saya baik, saya percaya orang yang niatnya baik tuhan akan berikan jalan,” katanya.

Nantinya, kata Jabeng, ia juga telah melakukan konsolidasi dengan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD). Dia juga mengklaim sudah mendapat restu dari Ketua Dewan Aman Nasional (DAMANAS) Hein Namotemo dan Pengurus BPAN per region di nusantara. Jabeng yang juga saat ini masih aktif bergerak di organisasi kepemudaan dan organisasi gerakan sosial lainnya di Bengkulu.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan PW dan PD. Tapi yang paling penting itu dukungan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau mereka sudah menghendaki tentu saya siap untuk mencalonkan diri.”ungkapnya.

Ditambahkan Jabeng, Kedepan BPAN harus mampu berbicara banyak di tingkat nasional dan tidak hanya berbicara perjuangan kampung ke kampung. Sehingga tidak muncul isu dari komunitas bahwa BPAN hanya milik satu wilayah. Dimana saat ini setiap kegiatan selalu diadakan di satu tempat. Tentu hal ini bisa menimbulkan cemburu sosial bagi pengurus lain yang merupakan masih bagian dari anggota komunitas BPAN. Dugaan sementara saya munculnya Deklarasi BPAN di setiap PD menjelang Jamnas ketiga itu merupakan salah satu bagian strategi politik dari kepemimpinan sebelumnya dalam melakukan konsolidasi agar bisa terpilih lagi. Sehingga hanya muncul calon tunggal. Menurut saya harusnya deklarasi itu dilakukan dari kemarin-kemarin sehingga tidak muncul kecurigaan dari kawan-kawan lain.

“Pokonya kepemimpinan yang baik dari kemarin kita lanjutkan, Saya punya konsep ke depan agar BPAN bisa mampu berbicara banyak di tingkat nasional,”tandasnya.

Penulis : Nanang Nose

Editor : Yakobus Eko