Punya Catatan Sejarah Kelam, KPU Malut Deklarasikan Pilkada Damai

Ternate – Indonesia Berita – Deklarasi pilkada damai 2018 yang di gelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara, pada Minggu (18/2/2018) bertempat di Landmark Jl. Pahlawan Revolusi, Kelurahan Muhajirin, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara berjalan lancar.

Pantauan media Selain menggelar deklarasi damai pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Periode 2018-2023, juga dilaksanakan pelucuran maskot Pilkada serentak tahun 2018 berslogan ‘Simore Memilih, Sigaro Membangun’ serta bertajuk “Pemilih Berdaulat, Negara Kuat”.

Dalam deklarasi tersebut dihadiri oleh empat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur yakni (AHM-RIVAI), (BUR-JADI), (AGK-YA) serta (MK-MAJU). Polda Maluku Utara, Dandrem 152 Babullah, Kabinda Maluku Utara, KPU Maluku Utara, Bawaslu Maluku Utara dan masing-masing simpatisan dan pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2018-2023.

Kegiatan yang berakhir dengan pelepasan merpati putih sebagai tanda berdemokrasi yang baik dan aman serta dilaksanakan konvoi keliling bersama empat pasangan calon beserta massa simpatisan dan pendukung keempat pasangan calon tersebut.

Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo mengatakan, Hari ini disiapkan ada 5 deklarasi yang besar untuk ditanda tangani mengantongi di setiap posko, jadi setiap pendukung paslon akan membaca janji pasangan calonya masing-masing.

“Selain itu deklarasinya akan diperbanyak untuk di bagikan kemasyarakat mengawasi janji-janji paslon masing-masing oleh karena itu kita semua menjadi baik.’ lanjutnya

Punya Catatan Sejarah Kelam, KPU Malut Deklarasikan Pilkada Damai
Deklarasi damai KPU Malut bersama empat kandidat Cagub dan Cawagub

Tutup Sahrin Deklarasi ini serentak di seluruh Indonesia, ini adalah pesta demokrasi, pesta rakyat karena pesta mari kita bergembira, jangan ditekan-tekan, jangan memberi penekanan mari kita memilih karena moto kita ” simore memilih dan sigaro membangun”. tuturnya

Selanjutanya ketua Bawaslu Maluku Utara Muksin Amrin dalam orasi politiknya mengatakan deklarasi pada pagi ini bukan kegiatan seremonial saja tetapi kami punya catatan politik di provinsi Maluku Utara, setiap momen pilkada pasti terjadi kericuhan, kecurangan di mana-mana mengakibatkan unjuk rasa dan protes.

“Perlu kami ingatkan beberapa hal launching kampanye yang dilakukan pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misi kepada publik dalam waktu kurang lebih 128 hari, terhitung dari tangal 15 Februari sampai tanggal 23 Juli 2018 menjelang hari perang atau hari pemungutan suara”. jelasnya

Muksin juga meningatkan kepada tim pasangan calon kampanye adalah penyampaian program visi dan misi dalam ketentuan UU N0 10 Tahun 2016 ada 24 jenis larangan kampanye yang harus ditaati dan kita junjung bersama hingga kemudian pelaksanaan kampanye itu benar-benar menyampaikan program visi, misi dan didengar oleh publik dalam kurun waktu 5 tahun yang akan datang.

“Dalam 24 larangan itu salah satunya adalah menghasut, mengadu domba kepada kalangan tertentu dan kerawanan pelaksanaan pilkada, bawaslu RI melaunching kerawanan indeks kerawanan pemilu di 171 daerah di Indonesia, di Maluku Utara di kategorikan indeks kerawanan sedang”. tutupnya

Reporter : GM

Editor : Yakobus Eko