Pengamat : Publik Beri Ruang terhadap Kelompok Radikal

Indonesia Berita – Sepanjang kurang lebih dua tahun panggung politik nasional seolah dikepung oleh kelompok radikal.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Indonesia Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo dalam diskusi Nasional bertajuk : “Kekuatan Nasionalis dalam Kepungan Kelompok Radikal” yang di gelar oleh Indonesian Public Institute (IPI) di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (19/02/2018).

“Kelompok ini telah membangkitkan girah agama masuk kedalam pusaran politik,” jelas dia.

Lanjut terangnya, ruang publik penuh dengan ujaran kebencian berbau SARA, Hoax dan bahkan Fitnah.

Dirinya menilai ruang politik seolah memberi kebebasan kelompok radikal yang dengan leluasa mengobarkan sentimen agama.

Oleh karena itu kata Karyono, kelompok ini kerap mengatasnamakan agama untuk menyerang kelompok lain yang dianggap berbeda keyakinan, berbeda pandangan politik dan ideologi.

Sementara, potret Pilkada DKI Jakarta 2017 merupakan contoh nyata dimana isu SARA digunakan untuk kepentingan politiknya.

Sebab kata dia, Isu SARA dan Black Campaign dan berbagai Hoax yang mengandung unsur fitnah justru dipublikasi dan diperluas eskalasinya dengan berbagai modifikasi.

“Jika dikaji secara lebih mendalam pola gerakan radikal ini tidak selalu linear dan bersenyawa dengan kepentingan menegakkan kemurnian agama.”katanya

Menurut Karyono, kelompok Islam radikal ini juga tidak selalu sering dan sepaham dengan organisasi Islam lainnya walau kelompok ini selalu mengklaim memperjuangkan Islam.