Universitas Andalas Menjadi Tuan Rumah Diskusi Nasional

PADANG, Indonesia Berita – Enam ratus mahasiswa hadir dalam Diskusi Nasional ‘Road Show Capaian 3 Tahun Presiden Jokowi-Wapres JK’ di Convention Hall, Universitas Andalas, Selasa, 20 Februari 2018. Di kampus tertua di luar Pulau Jawa ini, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho memaparkan beberapa topik terkait ‘Pembangunan Desa, Pengentasan Kemiskinan, Kesehatan dan Gizi, Reforma Agraria serta Perhutanan Sosial’.

“Tujuan pertama Kepala Staf Kepresidenan melakukan road show mengunjungi daerah-daerah dan kampus-kampus selain untuk menjadi pembicara dalam talk show, tentunya ingin bersilaturahmi dengan masyarakat, mahasiswa maupun dengan para akademisi,” kata Yanuar.

Talk show yang dipandu Enda Ginting dari Kantor Staf Presiden ini juga menghadirkan pembicara lain seperti guru besar jurusan Sosiologi FISIP Unand Afrizal, Ketua Nagari Development Center (NDC) – Unand Eri Gas Ekaputra, serta dua penanggap yakni Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Heri Sugiarto, dan Walinagari Sungai Kamuyang  Ketua Forum Walinagari (Forwana) Provinsi Sumatera Barat, Irmaizar.

Sumber : Kantor Staf Presiden

Yanuar Nugroho menegaskan, masalah pembangunan bukan menyangkut hidup satu atau dua orang tapi banyak orang. Itulah pentingnya pemerataan dan pembangunan berkeadilan
“Saya bangga berdiri di sini karena Sumatera Barat punya ketimpangan paling rendah 0.312. Demikian pula angka kemiskinan Sumbar termasuk paling kecil di Indonesia,”paparnya.

Ia menguraikan, provinsi dengan angka kemiskinan paling tinggi di Indonesia yakni Jawa Timur. Di Sumbar, hanya Kabupaten Solok dan Mentawai yang angka kemiskinan di atas 10 persen. “Kabupaten kota lain angka kemiskinannya hanya 1 digit,” katanya.

Doktor bidang inovasi teknologi dan perubahan sosial dari  Manchester Business School ini menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di 5,1 persen. Ekonomi stabil membuat perekonomian tumbuh, UMKM berkembang. Kondisi ini jauh lebih baik dari negara-negara lain

Terkait utang luar negeri, Yanuar menekankan, kemampuan membayar utang luar negeri kita masih baik, karena rasionya masih di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Selain itu, utang Indonesia juga digunakan untuk sektor produktif. Bukan untuk konsumsi, atau berutang untuk membayar utang sebelumnya atau bahkan hanya untuk membayar bunga,” katanya.

Baca Juga : Dubes AS Temui Moeldoko, Diskusikan Tiga Topok Aktual

Dipaparkan juga, secara umum masyarakat Indonesia berbahagia. “Ada beberapa indikator meningkatnya indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia, di antaranya dimensi kepuasan hidup, perasaan dan makna hidup,” ungkapnya.

Selain itu penelitian OECD memaparkan, pemerintahan kita juga termasuk yang paling dipercaya masyarakat. “Bila disejajarkan dengan negara-negara lain, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pemerintah tergolong paling tinggi. Selevel dengan Swiss,” jelasnya.

Dalam pembukaan acara, Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni menyatakan, sebuah kehormatan Universitas Andalas menjadi tuan rumah diskusi berskala nasional.

Tafdil Husni menegaskan, Universitas Andalas memiliki 30 ribu mahasiswa, 1400 dosen, dengan kampus seluas 500 hektar. 4500 mahasiswa ditempatkan di nagari-nagari dalam KKN Tematik, membangun desa sesuai bidang ilmu para mahasiswa “Silahkan mahasiswa memberikan kritik membangun pada pemerintah. Sampaikan dalam diskusi, jangan hanya aksi di jalan,” kata profesor yang meraih gelar doktor ekonomi di University Sains Malaysia, itu.

Kegiatan menyambangi kampus ini tidak hanya dilaksanakan di satu atau dua perguruan tinggi. Road Show serupa telah digelar di Universitas Gajah Mada, Desember 2017, dan Universitas Padjajaran Bandung, pekan lalu. Direncanakan, pekan depan kegiatan serupa berlangsung di Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat.

Editor : Yakobus Eko