Hasil Petani Tidak Di perhatikan, LMND Tidore Demo Pemkot

Tidore, Indonesia Berita – Aksi unjuk rasa Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi ( LMND) Kota Tidore di depan Kantor Walikota Tidore, berkaitan dengan hasil petani jagung yang berada di Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Senin (26/2/2018).

Petani jagung terkesan tidak ada perhatian oleh Pemkot Tidore Kepulauan, sebab aksinya massa menilai program Dinas Pertanian telah gagal dalam mewujudkan kota jasa berbasis Agromarine.

Hal itu disebabkan pemerintah daerah tidak menyediakan pasar untuk mendistribusikan hasil pertanian.

“Karena hasil panen petani jagung Gurabati diterlantarkan selama 2 bulan dari hasil petani yang terbagi dalam dua kelompok diantaranya kelompok pelopor dan kelompok ake dolosi yang sudah mencapai kurang lebih 5 ton. Ungkapnya Ariyanto M. Ali dalam orasinya.

Massa juga telah menyampaikan hasil petani jagung pada perusahaan daerah Aman Mandiri, namun dari hasil pertemuan tersebut, pihak BUMD Aman Mandiri hanya bisa menunggu instruksi dari Walikota Tidore.

Massa menilai, jika hasil panen di biarkan begitu saja, maka petani jagung tidak mendapatkan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“ Jika tidak ada sosialisasi dari Dinas Pertanian, maka petani jagung bingung untuk memasarkan hasil panen jagung tersebut,” tandas Ariyanto.

Dalam aksinya masa menuntut agar Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menurunkan harga kebutuhan dasar dan memperhatikan nasib petani jagung yang ada di kota Tidore serta Pemkot Tikep segera menyediakan pasar untuk hasil petani jagung.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Tikep Imran Jasin, belum ada petani kota Tidore yang mengeluh tentang pemasaran jagung.

“ Jadi saya belum tahu soal aksi ini,” ungkapnya.

Editor : YE