Modern technology gives us many things.

Diduga Terlibat Korupsi, Tiga Anggota DPRD Pandeglang Diperiksa Kejari

Pandeglang, Indonesia Berita Pihak Kejaksaan Negeri Pandeglang, Senin (26/2) kemarin memeriksa tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang. Pemeriksaan itu, berkaitan dengan dugaan korupsi Program Pembangunan Pedesaan Tertinggal (P3T), pada 2015-2016.

Ketiga anggota DPRD tersebut adalah Erin Fabiana dari Fraksi Gerindra yang juga sebagai salah satu Wakil Pimpinan di Legislatif Pandeglang, kemudian Iing Aryadi
menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat, dan Ade Kadar dari Fraksi PDIP.

Adanya pemeriksaan dari pihak Kejari Pandeglang diruangan pidana khusus terhadap ketiga wakil rakyat tersebut, mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pandeglang.

Pandi salah satu aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengatakan agar pihak Kejaksaan Negeri Tinggi Kabupaten Pandeglang mengusut hingga tuntas dan jangan lelet dalam menangani kasus dugaan korupsi Tunjangan Daerah Guru Kabupaten Pandeglang yang terjadi ditahun 2010 hingga 2015, dimana dari kasus Tunda Guru tersebut berpotensi kerugian negara lebih kurang Rp.18 Miliar.

“Sampai saat ini, Kejari Pandeglang baru bisa menjebloskan satu orang pegawai ke Rutan yaitu Tata Sopandi dari Dinas Pendidikan. Sedangkan para oknum pejabat yang diduga terlibat kasus tunda guru, hingga sekarang masih bebas berkeliaran.” ucap Pandi.

Dikatakan Pandi, GMNI Cabang Pandeglang akan mengawal proses penanganan kasus korupsi pada program (Program Pembangunan Pedesaan Tertinggal) P3T yang sekarang masih hangat dan diduga melibatkan beberapa anggota DPRD Kabupaten Pandglang. Kami tidak mau terulang dari cara penanganan kasus kemarin. Kami mendesak kepada pihak Kejari Pandeglang, agar didalam penanganan kasus P3T ini harus segera dituntaskan, jangan seperti dalam penanganan kasus tunda Guru,

“Kita berharap seluruh kasus korupsi di Wilayah Pandeglang harus tuntas tidak boleh lelet,”terang Pandi kepada Indonesia Berita di Pandeglang , Rabu (27/2) sekira Pukul 22.00 WIB.

Ditempat terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Nina Kartini mengatakan, pihaknya sengaja meminta keterangan dari beberapa anggota DPRD setempat yang diduga mengetahui persis terkait proyek (P3T). Pemeriksaan tersebut sebagai langkah awal untuk pendalaman terkait pengusutan kasusnya.

“Nanti kita akan panggil kembali untuk dipinta keterangan lebih lanjut, demi pendalaman prnanganan kasus Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Tertinggal P3T ini”ujarnya kepada Indonesia Berita, Senin (26/2) di Kejaksaan Negeri Pandeglang.

Pada saat dimintai keterangan anggota DPRD dari Gerindra, Erin Fabiana mengatakan, ketika saya diperiksa penyidik kejari, saya dihujani beberapa pertanyaan seputar P3T tersebut.

“Saya kan sudah memberikan keterangan kepada kejaksaan, ya silahkan saja anda konfirmasi kesana” katanya.

Sedangkan anggota DPRD dari Demokrat, Iing Aryadi mengatakan
dalam proses penganggaran yang berkaitan dengan program P3T, ia mengaku tidak menyalahi aturan.

“Semua pertanyaan yang diajukan oleh penyidik dibagian pidana khusus Kejari Pandeglang, saya jawab apa adanya, coba bapak tanya kesana” singkatnya.

Baca Juga : Diduga Terlibat Korupsi, Tiga Anggota DPRD Pandeglang Diperiksa Kejari

Sementara itu, Ade Kadar yang berasal dari fraksi PDI P mengatakan, dirinya diperiksa terkait data hasil temuan (Badan Pengawasan Keuangan) pada 2015-2016. Dia
menjelaskan proyek P3T disepuluh Kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang dan itu jumlahnya 98 paket.

“Nilainya ada yang Rp.150 juta hingga Rp.200 juta. Itu proyek tahun 2015-2016 yang menggunakan anggaran bantuan dari provinsi.”tungkasnya.

Penulis : Asep WE

Editor : M. Jumri

Komentar
Loading...