Ternate, Indonesia Berita – Pengurus DPD dan DPW PAN Maluku Utara mengadakan rapat pleno. Salah satu agenda yang tertera didalamnya antara lain melakukan pergantian ketua DPW PAN Malut. Rapat dilaksanakan di Hotel Boulevard, Ternate, Maluku Utara, pada Sabtu (03/03/2018).

Wakil Ketua DPW PAN, Suhardi Kasman mengatakan, pergantian dan mengangkat Ketua DPW baru di internal PAN itu dikarenakan timbulnya sikap atau mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan dan loyalitas Abdul Madjid Husen sebagai ketua DPW PAN.

Beberapa bulan terakhir ini mulai muncul mosi tidak percaya kami terhadap pak Madjid, ditambah pak Madjid yang sibuk dengan pencalonannya sebagai wakil gubernur secara tidak langsung akan membuat mandek roda organisasi.” imbuhnya

Pergantian Abdul Madjid Husen yang juga sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Malut ini disepakati ketua-ketua DPD didukung oleh ketua DPD Kabupaten Pulau Taliabu Kepulauan Sula.

Suhadi menambahkan dari persetujuan ini disepakati bahwa Abdul Madjid Husen sudah seharusnya dilengserkan dari kepemimpinannya sebagai ketua wilayah karena dinilai tidak memiliki kemampuan menjalankan roda organisasi partai.

“Kami sepakat untuk memberhentikan pak Madjid sebagai ketua dan mencari ketua baru,” tambahnya.

Sementara itu, Djufri S. Safar mengatakan berdasarkan hasil evaluasi DPD partai PAN ada beberapa problem mendasar yang dijadikan sebagai alasan kuat mencari sosok pemimpin baru di PAN.

Madjid Husen dinilai tidak mampu menjalankan agenda-agenda partai misalnya rapat kerja wilayah (rakerwil), rapat pimpinan wilayah (rapinwil) serta agenda progres partai PAN yang lainnya tidak dijalankan.

“Pokok dasar inilah yang menjadi alasan, itu sebabnya DPW dan DPD mengambil sikap untuk melaksanakan rapat pleno diperluas untuk memberhentikan pak Madjid dari jabatannya sebagai ketua wilayah,” kata Jufri.

Menurut Jufri bobroknya roda kepemimpinan Madjid Husen sebagai ketua wilayah membuat kisruh internal Partai Amanat Nasional (PAN) belum juga terselesaikan. Sesuai mekanisme partai, hasil rekomendasi pleno diperluas ini nantinya diserahkan ke DPP sebagai usulan. Selanjutnya DPP mengambil keputusan atau sikap dari acuan hasil pleno yang diusulkan DPW dan DPD PAN Malut.

“Secara organisasi, pelaksana tugas atau plt itu hak nya DPP, kami hanya mengusulkan,” tuturnya.

Kendati begitu, Djufri mengaku, kepemimpinan sebagai pelaksana tugas (plt) Partai Amanat Nasional saat ini dijalankan Sekretaris PAN yakni Muhammad Saleh Tjan.

“Saat ini pak Saleh yang jalankan,” akunya.

Editor : Zeki