Menjadi Referensi Mendunia

Deklarasikan Capres 2019, Rizal Ramli Ajarkan Pentingnya Menjaga Nilai-nilai Demokrasi

Deklarasikan Capres 2019, Rizal Ramli Ajarkan Pentingnya Menjaga Nilai-nilai Demokrasi

Indonesia Berita – Tokoh Nasional Rizal Ramli pada Senin (5/3/2018) dengan percaya diri mendeklarasikan sebagai Calon Presiden RI 2019 di kediamannya Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan. Figur yang sarat prestasi ini dengan gamblang menyatakan bahwa siap memimpin Indonesia menjadi lebih baik, lebih adil dan lebih makmur dihadapan para awak media yang hadir dalam acara tersebut.

Sontak saja deklarasi Rizal Ramli Capres 2019 menjadi headline dibeberapa media nasional, bahkan keputusannya untuk maju sebagai Capres RI ditanggapi beragam oleh beberapa kalangan dan masyarakat. Banyak yang mengapresiasi langkah Menko Perekonomian era Gusdur ini, namun tak sedikit pula yang nyinyir dan membully Rizal Ramli dikarenakan dirinya yang tidak mempunyai kendaraan parpol namun berani mencalonkan diri menjadi Presiden RI 2019-2024.

Terlepas beragamnya tanggapan baik positif maupun negatif mengenai langkah Rizal Ramli ini, kita harus akui bahwa deklarasi Rizal Ramli ini merupakan sebuah keputusan yang sangat cerdas. Selain itu kita juga harus memberikan standing applause bagi Rizal Ramli, sebab keberanian dirinya mendeklarasikan sebagai Capres 2019 membuka mata kita betapa pentingnya menjaga marwah demokrasi dalam tatanan kehidupan masyarakat di era reformasi yang telah berjalan hampir 20 tahun ini.

Bagaimana tidak, dengan begitu mantapnya Rizal Ramli menyatakan siap menjadi Capres 2019 ditengah wacana Calon Tunggal di peta perpolitikan Tanah Air. Rizal Ramli seolah menyentil kita dan para elit parpol yang ada saat ini, ditengah hiruk pikuknya para Partai Politik saat ini yang sibuk menyorongkan kadernya menjadi Cawapres Jokowi, namun Rizal Ramli yang tanpa Parpol dengan gagahnya menunjuk dirinya pantas sebagai Capres 2019.

Hal ini jelas merupakan tamparan keras bagi Parpol yang telah lolos verifikasi KPU terutama Golkar, Gerindra, Demokrat yang mempunyai jumlah suara besar dalam Pemilu sebelumnya, namun tidak berani mencalonkan kadernya sendiri untuk maju sebagai Capres 2019. Mereka malah berebut menjajakan diri untuk menjadi Cawapres Jokowi. Ibaratnya para Parpol tersebut telah menyerah sebelum berperang. Sungguh Ironis.

Dengan adanya wacana Calon Tunggal dan para Parpol berebut kursi RI 2, membuktikan bahwa bangsa ini sedang krisis pemimpin, krisis figur, dan krisis tokoh, dan hanya Jokowi saja yang pantas menjadi Presiden RI berikutnya. Padahal dengan jumlah ratusan juta penduduk, Indonesia sarat dengan figur-figur yang handal, masih banyak figur yang pantas untuk bertarung memperebutkan kursi RI 1, namun kenapa semua Parpol tidak berani mencalonkan figur yang mumpuni untuk bertarung, kenapa hanya Jokowi saja??

Kehadiran Rizal Ramli dengan mencalonkan dirinya menjadi Capres RI 2019 juga harus menjadi cerminan bagi para penggiat maupun aktivis yang pro demokrasi. Rizal Ramli mengajarkan kita bahwa nilai-nilai demokrasi yang telah kita rasakan ini haruslah tetap tumbuh dan berkembang, sebab Indonesia butuh hampir 32 tahun untuk berubah menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah dikuasai rejim otoriter Soeharto.

Harusnya para aktivis pro demokrasi ini bisa belajar dari Deklarasi Rizal Ramli bahwa pencapaian bangsa Indonesia dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi tersebut tidaklah mudah, butuh integritas yang tinggi. Deklarasi Capres Rizal Ramli juga membuka pikiran kita bahwa penerapan nilai-nilai demokrasi juga harus bisa menciptakan nilai-nilai positif di masyarakat agar tidak kembali menjadi sistem otoriter.

Untuk itu kehadiran Rizal Ramli dalam Capres 2019 haruslah menjadi momentum bagi elit-elit Parpol mendorong kader maupun figur terbaik selain Jokowi untuk maju sebagai Capres 2019. Buktikan bahwa Parpol merupakan kawah candradimuka untuk mencetak figur-figur terbaik untuk memimpin Indonesia dan bukan melahirkan ayam sayur yang tunduk sebelum berperang.

Jangan takut untuk mengusung figur selain Jokowi dalam Pilpres 2019, hal ini penting untuk dilakukan agar marwah demokrasi yang telah kita jaga dapat tersu tumbuh dan berkembang. Hadapilah hal ini sebagai dinamika politik dan proses pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Menang kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah jangan biarkan sistem otoriter berkembang lagi.

Yang jelas politik bukanlah ilmu eksak, tak ada yang pasti dalam politik, semua bisa berubah bahkan dalam hitungan detik. Untuk itu janganlah takut menolak wacana Calon Tunggal, munculkan figur-figur terbaik untuk bertarung menjadi pemimpin masa depan bangsa ini.

Mari kita apresiasi langkah Rizal Ramli, terlepas nanti dirinya dilirik atau tidak oleh Parpol sebagai Capres 2019, namun Rizal Ramli sekali lagi telah mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga iklim demokrasi yang tengah berkembang di negeri ini. Terima Kasih Rizal Ramli.

Kang Iping

Wassalam.

Sumber : kumparan.com

Komentar
Loading...