Modern technology gives us many things.

Pengurus Pusmat Resmi Di Lantik

Indonesiaberita.com, TERNATE – Pelantikan pengurus pusat studi mahasiswa Ternate (PUSMAT), Periode 2018-2020, sekaligus Fokus Grup Diskusi (FGD), dengan tema “Majarita Kie Se Gam” bertempat di aula Babullah Kampus¬†Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Sabtu (10/18) berjalan dengan khidmat.

Ketua Umum Terpilih Nurkholis Julfikar mengatakan dirinya sangat berterimah kasih banyak kepada teman-teman pengurus karena telah di pilih untuk memegang amanah ini.

Tentunya hal ini adalah amanah kita bersama dalam mengurus organisasi pusmat Kota Ternate, maka dari hal tersebut.

“Saya membuka kritikan dan masukan dari pengurus dan penasehat terkait kepengurusan ke depan. Sehingga kita bisa bersama-sama memberi saran masukan dalam merekonstuksikan kembali apa yang menjadi tanggung jawab organisasi.”ungkap Nurkholis kepada Indonesia Berita, Sabtu (10/18) di Ternate.

Menurut Nurkholis, kegiatan ini, dapat berjalan dengan baik karena dukungan dari teman-teman pengurus dalam setiap kerja kerja program organisasi.

Nurkholish menambahkan, bahwa organisasi pusmat juga akan terus mendorong Pemerintah Kota ternate dalam percepatan pembangunan baik dari segi pendidikan, ekonomi kreatif dan kebudayaan di Kota Ternate, kata Nurkholis, tentunya kita akan bersinergi ke hal-hal positif, tanpa kehilangan identitas yang sesungguhnya.

Penyerahan Ketua Demisoner kepada ketua terpilih baru

Semetara itu, Pendiri Pusmat Sahroni A. Hirto dalam memberikan sambutanya mengatakan pusmat pertama kali mendirikan hanya untuk memberikan pendidikan.

“Pusmat sampai saat ini masih tetap berorientasi dengan pendidikan, Kepada ade-ade yang di lantik saya ingatkan satu hal gerakan apapun yang dibuat tanpa ada lebel identitas di belakangnya itu hampa.”tegasnya.

Selanjutnya Sahroni yang menjabat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ternate ini mengatakan mulai dari pertama pengurus ini di lantik, kami selalu ingin menunjukan bahwa pusmat merupakan embrio bagaimana identitas ke-Ternatean itu muncul di kader-kader pusmat.

” Pusmat ada bukan hanya mengkritik pemerintah, tapi pusmat ada untuk mengkritik diri kita yang mengaku Ternate, bagi warga ternate yang tidak menjalankan nilai adat, agama, ganif se la kudi, cing se cingare, loa se banar, mahe se golofino, itu yang di kiritisi siapapun dia.” ungkap Oni sapaan akrabnya.

Masih kata Sahroni, Pengurus pusmat ada untuk kepentingan adat, kepetingan keternatean, pusmat tidak hanya orang Ternate tapi semua orang yang tinggal dan berhimpun di Ternate, hoax kalau bilang pusmat khusus orang Ternate.

“Menggerakan organisasi harus dengan Membaca, konsolidasi dan kembali kepada identitas diri ke-Ternatean, terus bangun pendidikan dan nilai nilai kebudayan.” ujarnya.

Editor : Yakubus Eko

Komentar
Loading...