Menjadi Referensi Mendunia

Fasilitas Kesenian Bantu Bangun Pendidikan Karakter

Indonesiaberita.com, Jakarta – Melalui program Bantuan Pemerintah Fasilitas Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018, Pemerintah terus mendorong membangun pendidikan karakter peserta didik. Tahun ini merupakan tahun ketujuh.

Total satuan pendidikan yang sudah difasilitasi ini sebanyak 4.300 sekolah. Khusus tahun 2018, ada 539 sekolah yang menerima bantuan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid menyampaikan harapannya agar: bantuan alat-alat kesenian dengan optimal, untuk menumbuhkan apresiasi siswa terhadap kesenian tradisional.

“Di beberapa kasus kita temui, ada alat yang diberikan, manfaatnya kurang optimal, bahkan ada alat alat kesenian yang kemudian tidak terpakai. Kita berharap peserta saat ini tidak ada yang mengalami seperti itu. Jadi, bisa bermanfaat optimal untuk murid-murid mengasah segi kesenian yang ada di dalam dirinya, ” kata Hilmar.

Agar fasilitas kesenian bisa dimanfaatkan dengan baik, Kemendikbud tidak hanya akan memberikan sarana, tapi juga penempatan guru atau seniman di sekolah-sekolah penerima bantuan. Salahkan melalui program Seniman Masuk Sekolah.

Melalui program Seniman Masuk Sekolah, sekolah yang belum memiliki SDM pengajar kesenian tetap dapat menumbuhkan jiwa berkesenian peserta didik.

“Poinnya bukan menjadi anak sebagai seniman, jika ada satu atau dua anak yang sedang baguslah. Secara umum, ini media untuk membentuk karakter anak, ” jelasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, yang hadir membuka workshop, sekolah harus bisa menemukan seni yang menjadi ciri khas, untuk pengembangan karakter anak didik.

“Jadi kalau sekarang anak belajar menari, belajar gamelan, jangan nanti mereka juga akan menjadi seniman. Itu sebetulnya alat untuk mengasah keindahan, kehalusan budinya melalui seni, ” ungkap Mendikbud.

Muhadjir Umum agar para kepala sekolah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pendidikan Nasional.

Selain itu Ia berharap agar setiap daerah bisa menentukan prioritas, jenis kesenian apa yang akan dikembangkan dan alat kesenian apa saja yang dibutuhkan.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...