Menjadi Referensi Mendunia

Olahraga Tradisional Poco-poco siap Masuk Guiness World Record

Indonesiaberita.com, Jakarta – Bagi sebagian orang olahraga tradisional poco-poco barangkali hanyalah senam dan bukan sebuah olahraga.

Namun, Poco-poco pada 5 Agustus mendatang akan masuk dalam Guinness World Records (GWR) dipusatkan di Jakarta yakni Gelora Bung Karno (GBK).

Hal ini akan dilakukan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Ketua Umum FOKBI, Sapta Nirwandar mengatakan event ini dilakukan guna menunjukkan kepada dunia bahwa senam poco-poco merupakan identitas dan warisan budaya bangsa Indonesia. Pihaknya pun terus bergerak cepat.

“Target peserta adalah senam massal yang diikuti sebanyak 60 ribu pesenam dengan 15 ribu tim pendukung,”kata dia.

Lankut kata dia, pencetakan GWR Poco-poco adalah dalam rangka menggemakan Asian Games di Indonesia. Poco-poco juga telah dikenalkan di berbagai belahan dunia misalnya di London, Amerika dan lainnya, bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kempora Senam Poco-Poco telah memecahkan rekor MURI, tetapi kami yakin GWR ini akan kita capai dengan dukungan semua pihak, pemerintah, swasta, komunitas dan media massa,” ujarnya di Kantor Kemenpora, Senayan Jakarta, Senin (12/3/2018).

Diakui, poco-poco adalah olahraga berbasis budaya (rangkaian tari budaya dan olahraga senam) sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan.

Semantara, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kempora, Raden Isnanta mengakui pencetakan rekor dunia Senam Poco-Poco bertujuan untuk mengenalkan aset olahraga tradisional dan senam kreasi asli Indonesia kepada dunia.

“Pengenalan ini melalui pemecahan rekor dunia adalah strategi agar senam kreasi Bangsa Indonesia lebih dikenal di dunia sekaligus menggunakan momentum Asian Games karena saat ini mata Asia sedang tertuju ke Indonesia jadi Asian Games akan kita maksimalkan untuk mengenalkan senam asli budaya Indonesia,” ujar Isnanta.

FOKBI lanjutnya, memiliki kompetensi dan pengalaman dalam olahraga senam khususnya Poco-poco terlebih pencetakan rekor dunia akan didukung DWP Kempora.

“FOKBI telah mengkaji dan meneliti bahwa poco-poco layak dikembangkan dari berbagai aspek kesehatan dan sosial untuk itu pemerintah sangat mendukung melalui MoU agar menggelar even besar ini bukan berarti melepas tetapi pemerintah juga memberikan arahan termasuk pendanaan, pemerintah tetap meminta FOKBI agar menggali sumber dana lain dari sponsorship untuk mengakomodasilebih dari 60 ribu peserta, kami percaya FOKBI dengan pengalamannya mampu dan semoga berhasil,” ucapnya.

Poco-poco yang lahir pada tahun 1999 senam budaya asli Sulawesi Utara ini diharapkan dapat dikenalkan dan ditampilkan pada openning ceremony Asian Games di Jakarta. “Kita juga akan memberikan pertunjukkan di lokasi-lokasi penting misalkan di wisma atlet tetapi akan lebih menghentak jika di openning ceremony Asian Games,” harapnya.

“Agar masuk ke GWR bukan hal mudah kami telah beberapa bulan melakukan koordinasi di London bahwa untuk tercatat di GWR syaratnya sangat rumit dan detail tetapi hasilnya FOKBI dan Kempora berhak untuk mencatatkan rekor dunia senam poco-poco tahun 2018,” tutup Ketua Program Pemberdayaan FOKBI, Lily Karmel.

Komentar
Loading...