ASEAN Sepakat Pada Sektor Perdagangan Elektronik

Indonesiaberita.com, NUSA DUA – Sektor perdagangan elektronik yang saat ini berkembang pesat merupakan hal yang tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi dan informasi. Untuk memfasilitasi perdagangan secara elektronik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan, ASEAN menggagas ASEAN Agreement on e-Commerce.

Indonesia menegaskan, perdagangan dengan sistem daring (online) dan luring (offline) harus diperlakukan sama. Hal ini berkaitan dengan pengenaan pajak atas barang atau jasa yang diperdagangkan, baik lewat daring maupun luring. Dalam penerapan ASEAN Agreement on e-Commerce, beberapa hal yang perlu dicermati oleh Pemerintah Indonesia yaitu arus informasi yang melintasi batas negara, penempatan pusat data, dan bea masuk bagi produk-produk yang ditransmisikan secara elektronik.

“Indonesia konsisten dengan pernyataan terakhir pada AEM Retreat ke-24 di Singapura bulan Februari lalu, yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan untuk menjaga keadilan antara perdagangan daring dan luring. Selain itu, kami juga mengusulkan agar tidak ada pengenaan bea masuk bagi produk yang ditransmisikan secara elektronik. Namun, produk yang diperdagangkan secara daring tetap dikenai pajak,” ujar Donna Direktur Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan pada acara 2nd Senior Economic Officials’ Meeting for 49th ASEAN Economic Ministers, Rabu (21/3), yang digelar sampai dengan esok hari

Sementara itu terkait penerapan ASEAN Wide Self-Certification, Indonesia mengusulkan agar pengaturan mekanisme diberlakukan setelah diratifikasi seluruh negara anggota ASEAN. Apabila saat diimplementasikan ada negara yang belum meratifikasi, maka akan mempersulit mekanisme karena diperlukan dua macam pengaturan berbeda.

Mengawali tahun 2018, ASEAN telah menyepakati Capaian Prioritas Ekonomi 2018. Selain memperluas ASEAN Single Window, capaian prioritas ASEAN di bidang ekonomi untuk tahun 2018 juga mencakup perdagangan elektronik (e-commerce), implementasi ASEAN Wide SelfCertification penyelesaian Protocol ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) Paket ke-10, ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA), serta penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Pada pertemuan di Bali kali ini, isu-isu tersebut kembali dibahas sebagai upaya mempercepat tercapainya prioritas ekonomi ASEAN 2018.

Editor : Rizki Abadi