Indonesiaberita.com Sulawesi Selatan – Warga di Desa Turungan Baji Kecamatan Sinjai Barat, Sulawesi Selatan menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Surat tersebut mereka sebar lewat media sosial.

Warga menulis lewat surat agar bisa memberikan solusi terkait kondisi Jalan di Desa Turungan Baji Kecamatan Sinjai Barat, sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh oleh pembangunan yang di programkan oleh Pemerintah.

Salah seorang Warga Desa Turunganbaji, Burhan mngatakan upaya unjuk krasa dan mediasi dengan Pemerintah Sinjai Barat sudah sering dilakukan, bahkan hanya akan menguras tenaga karena tidak pernah membuahkan hasil. Justru hanya janji-janji politik yang warga terima, Sabtu (24//3/2018) di Sulawesi Selatan.

“Sekarang memasuki musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dimana setiap calon Kepala Daerah selalu berdatangan ke Kampung kami untuk kampanye. Desa kami selama ini hanya menjadi ladang bagi para politisi untuk meraih suara.” kata Burhan.

Dalam surat yang dituliskan Burhan, isinya menjelaskan bahwa setelah terpilih menjadi Kepala Daerah, para politisi lupa dengan janjinya dan malah menindas warganya sendiri.

Dijelaskan Burhan, Jalan yang menghubungkan Desa Turungbaji dan Kecamatan Sinjai Barat rusak parah, jalan berlubang dan bergelombang sehingga sulit untuk dilalui. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintasi jalan. Sepanjang jalan dipenuhi lubang cukup dalam dan bergelombang. Jalan juga berdebu karena musim kemarau, sedangkan pada saat musim hujan, kondisi jalan mirip kubangan kerbau.

“Kondisi jalan yang rusak membuat anak-anak jalan kaki menuju tempat pendidikan sekolah-nya. Hal itu, sudah terbiasa mereka lalui setiap harinya.” ujar Burhan.

Photo : Burhan

Diakui Burhan, beberapa bulan terakhir ini, permasalahan muncul sehingga membuat kami sedih. Kami mendengar kabar kalau jalan di Desa Turungbaji akan dipindahkan ke Balabbara. Padahal di sana tidak ada pemukiman. Sementara jalanan poros semula (Sappiareng) telah dijadikan jalan desa.

“Warga di sini semua terdiam dan merenung, begitu tega Pemerintah menganak tirikan kami yang sangat taat bayar pajak.” terang Burhan.

Baca Juga : Dapat Restu Dari Abdon Tokoh Adat, Anton Maju Calon Ketua BPAN,

Ditambahkan Burhan, pengalihan jalan ke Desa Balabbar, tentu akan membuat kami mati secara perlahan. Dimana nanti pasti banyak pemukiman di sana dan kami hanya menjadi penonton. Munkin saja ke depan limbah dan bencana akan datang ke kami.

“Pak Joko Widodo. Kami menolak pengalihan jalan” tuturnya.

Menurut Burhan, beberapa bulan yang lalu (2/1/2018), Bupati Sinjai masih Sabirin Yahya kala itu, didampingi Ketua DPRD Sinjai, Haris Umar, Plt. Sekdakab. Sinjai, Akbar Mukmin serta jajarannya. Mereka datang dengan menijau lokasi jalan tersebut, seperti akan memberikan solusi. Tapi sampai sekarang kondisi jalan masih rusak parah.

Burhan tidak memungkiri, kalau jalanan di atas (Balabbara) tetap akan dikerjakan, Warga akan menolak, bahkan mereka menyatakan siap untuk mati dan berperang. Warga menilai pengalihan jalan poros di kampungnya, ialah Harga Mati untuk ditolak.

“Kami meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan langsung, karena kami sudah tidak percaya dengan Pemerintah Daerah. Kami hanya dibohongi oleh mereka demi kepentingan pribadinya.”tungkasnya.

Penulis : Nanang Nose

Editor : Jumri