Indonesiaberita.com, Bobong – Beberapa kondisi pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Hal ini dialami oleh para pelajar SMPN 1 Taliabu Barat yang harus berjalan kaki menempuh jarak hingga 5 kilometer menuju sekolahnya.

Pelajar Taliabu Barat membutuhkan bus sekolah untuk kelancaran dan kemudahan aktifitas ke sekolah. Bus itu dibutuhkan karena jarak rumah pelajar jauh dari sekolah dan untuk menempuhnya pelajar hanya berjalan kaki.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1, Talbar Hamsin Djiko, menjelaskan jarak tempuh tempat tinggal para pelajar yang paling jauh dari sekolah kisaran 4 sampai 5 kilometer. Diantaranya, di Desa Ratahaya, Desa Kilong dan Desa Talo. Dalam jarak sejauh ini pelajar hanya berjalan kaki baik di bawah terik matahari dan hujan lebat.

“Pelajar di SMPN 1 Talbar yang beralamat di Desa Talo, Desa Ratahaya dan Desa kilong setiap harinya harus berjalan kaki untuk pulang pergi ke sekolah. Panas dan hujan sudah menjadi hal biasa bagi mereka,” ungkapnya di ruang kerjanya, Senin (26/03/2018).

Hamsin Djiko selaku kepala sekolah juga menambahkan ikut bersimpati atas kondisi pelajar karena keterbatasan anggaran sehingga pihak sekolah tidak mampu berbuat apa-apa.

Baca Juga : Berkunjung Ke Malut Ketua BPK RI Dapat Gelar Dari Sultan Tidore

“Pihak sekolah hanya mampu memberikan toleransi jam masuk sekolah kepada pelajar yang rumahnya jauh, mengingat jarak yang ditempuh hanya berjalan kaki,’’ tambahnya lagi.

Hamsin mengharapkan ada perhatian dari dinas terkait, baik dinas perhubungan dan dinas pendidikan, untuk mencari solusi atas permasalahan pelajar yang ada di Talbar.

“Selaku kepala sekolah, Saya menyampaikan rasa terima kasih sebesar besarnya jika ada solusi atas beban yang dirasakan pelajar selama ini yang belum ada titik terangnya hingga hari ini,” tutupnya.

Reporter : Andy Permata

Editor : Yakobus Eko