Indonesiaberita.com, Lampung – Tidak heran jika mengetahui banyak jalan di Indonesia yang kondisinya sangat memprihatinkan. Entah itu rusak, berlubang, tidak rata, tidak beraspal ataupun berlumpur.

Ada banyak hal yang menyebabkan sebuah jalan lebih cepat rusak dari perkiraan. Hal-hal tersebut adalah bencana, dilalui oleh kendaraan yang kelebihan kapasitas muatan.

Selain itu, kurangnya perhatian dan perawatan dari pihak yang berwenang dan pembuatan jalan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan juga menjadi faktor jalan menjadi cepat rusak.

Jalan rusak kali ini berada di Provinsi Lampung. Jalan yang biasa disebut sebagai Jalan Lintas Timur Sumatera kondisinya rusak parah dan banyak lubang. Kondisi itu sangat berbahaya untuk dilalui para pengendara.

Baca Juga:Tabungan Perumahan Rakyat Tapera Dipersiapkan untuk Masyarakat

Para pengendara, baik itu sepeda motor, mobil pribadi, truk maupun bus, harus waspada saat melintasi jalan dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung. Begitupun arah sebaliknya.

Selain berbahaya, kondisi jalan seperti itu juga menyebabkan kemacetan parah. Kemacetan terjadi tidak lain karena pengendara harus mengurangi kecepatan kendaraannya guna menghindari lubang. Terlebih, saat itu dalam kondisi hujan.

Hal ini diketahui saat salah seorang pewarta Indonesia Berita datang ke Lampung untuk mengunjungi keluarganya, Rabu (14/3/2018).

Kondisi jalan rusak dan berlubang tersebut juga mendapat komentar dari kondektur bus yang ditumpangi pewarta Indonesia Berita saat si kondektur melihat beberapa pengendara sepeda motor mengendarai kendaraannya dengan kecepatan yang sangat pelan sambil menghindari lubang dengan hati-hati.

Baca Juga: Tunda Permenhub 108 Bukan Berarti Pembangkangan

“Bahaya juga kalau dalam kondisi hujan begini dan ada air (genangan), yang bawa motor bisa jatuh karena enggak bisa liat ada lubang,” ujar si kondektur.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat masih belum dapat dihubungi dan belum mengonfirmasi apapun kepada Indonesia Berita.

Editor: Jumri