Modern technology gives us many things.

Baharkam Polri Bentuk Satgas Nusantara Dinginkan Suhu Politik Pilkada

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Satgas Nusantara untuk mengatasi gejolak yang timbul saat Pilkada serentak. Satgas Nusantara ini berfungsi untuk mendinginkan suhu politik Pilkada.

“Satgas Nusantara, Satgas yang dibentuk dalam rangka untuk mendinginkan isu-isu terkait masalah Pilkada,” kata Tito kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/3/2018).

“Sehingga diharapkan dengan pendinginan isu, cooling system, situasi politik yang memanas ini tidak sampai meledak,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ditambahkan oleh Analis kebijakan (Anjak) madya bidang Bimmas Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri. Kombes Erwin Chahara Rusmana menjelaskan fungsi dan tugas Satgas Nusantara ini. Satgas ini bergerak bersama tokoh agama dan masyarakat.

“Satgas Nusantara adalah salah satu tugasnya bersama-sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk memberikan pendinginan, mendinginkan suasana,” ujar Erwin .

Tahapan pra-pilkada sudah dimulai sejak awal Januari 2018. Satgas Nusantara akan menggandeng tokoh masyarakat untuk melakukan pencegahan agar tidak timbul gangguan selama tahapan-tahapan pilkada ini.

“Makanya kita perlu juga tokoh-tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, itu kita akan bekerjasama dengan seluruh potensi masyarakat, stakeholder yang terkait,” tutur Erwin.

Polri mengantisipasi kerawanan dalam pilkada ini, termasuk salah satunya politik identitas. Di mana dalam Pilkada serentak ini ada 171 daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepada daerah.

“Kita mengantisipasi, karena ini ada 171 daerah, di mana dari seluruh Indonesia hanya 3 wilayah yang tidak, DKI gubernurnya tidak ya (pemilihan) tapi ada di Bekasi, itu masuk di Kabupaten/Kota, kemudian Yogya dan Papua Barat dan yang lain-lain ada kontestasi politik, jadi kita perlu ekstra keras untuk mengantisipasinya,” paparnya.

Penulis : Darsuli

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...