Menjadi Referensi Mendunia

Aktivis BPAN Dukung KPK dan Mengecam Keras Korupsi di Sumut

Indonesiaberita.com SUMATERA UTARA – Dewan Pemuda Adat Nusantara (Depan) region Sumatera, Anton Suprianto Zakaria mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di Sumatera Utara. Diantaranya menetapkan 38 anggota DPRD Sumut yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

“Tentunya, kejadian korupsi yang terjadi di Sumut ini, sangat memalukan dan mencoreng Sumut. Kami dari pemuda adat nusantara di Sumut mengecam keras ke 38 anggota DPRD dan juga partai-partai yang melahirkan kader korupsi,”ujar Anton, saat dihubungi Indonesia Berita lewat telepon selulernya, Sabtu (31/18) sekira pukul 16.00 WIB.

Baca Juga : Korupsi SDA Rugikan Masyarakat Adat, KPK Gadeng AMAN Cegah Penggelapan , KPK Tetapkan 38 Anggota DPRD Sumut Tersangkut Korupsi , Dapat Restu Dari Abdon dan Tokoh Adat, Anton Maju Jadi Calon Ketua BPAN

Dikatakan Anton, mereka yang terlibat korupsi sangat melukai hati rakyat khususnya masyarakat Sumut. Ia juga menghimbau kepada Masyarakat Adat agar berhati-hati dalam memilih anggota DPRD atau kepala daerah pada tahun 2019. Dimana tahun itu, merupakan tahun politik.

“Kita pandai-pandai lah dalam memilih pemipin bro, jangan asal dukung saja, lihat dulu treck record beliau. Kalau di masyarakat adat itu, pokonya harus memperjuangkan lahirnya Perda Adat. Baru akan kita pilih.”jelas Anton yang merupakan calon ketua umum BPAN pada Jambore ketiga di Kalimantan, April (18/18) mendatang.

Aktivis dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) itu juga mengajak seluruh anggota BPAN untuk mengecam keras politisi yang terlibat korupsi.

“Saya berharap kasus korupsi dan suap yang melibatkan pemimpin Mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan ke 38 Anggota DPRD tidak terulang lagi di masa datang. Selain itu, saya juga berharap KPK bisa bersinergi dengan Masyarakat Adat dalam upaya memberantas tindakan korupsi di wilayah adat. Seperti perizinan usaha dan perampasan lahan di tanah adat.”tandasnya.

Penulis : Nanang Noise

Editor : Jum

Komentar
Loading...