Indonesia Berita
Obyektif, Berimbang & Terpercaya

Wau Keren, Naik Bus di Surabaya Bisa Bayar Pakai Limbah Plastik

Indonesiaberita.com, SURABAYA – Saat peluncuran di depan Gedung Siola, beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap penyediaan sarana transportasi massal ini bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalanan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu.

Risma bersama Kepala Polrestabes Surabaya, Komandan Resor Militer, dan pejabat organisasi perangkat daerah telah meluncurkan Suroboyo Bus, yang tiketnya bisa diperoleh dengan menukarkan sampah plastik.

Disebutkannya, saat ini perbandingan kendaraan pribadi dengan transportasi massal di Kota Pahlawan masih 75 persen dan 25 persen, “Kalau sampai tembus angka 90 persen, jalan di Surabaya akan berhenti. Idealnya 50 banding 50,” ujarnya.

Baca Juga : Tiket Kereta Api Lebaran 2018 Sudah Bisa di Pesan

Lanjutnya, “Ini yang disebut psikologi perkotaan dari angkutan pribadi ke transportasi massal. Dibutuhkan transformasi dengan menggunakan transportasi massal,” tambah Risma.

Selain untuk mengatasi kemacetan, Risma menjelaskan, pengoperasian Suroboyo Bus juga akan mengurangi sampah plastik karena penumpang tidak perlu membayar dengan uang, tetapi dengan sampah plastik, untuk menggunakan layanan tersebut.

“Bagi penumpang yang akan naik harus membawa lima botol ukuran tanggung, tiga botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek), dan kemasan plastik,” katanya.

Sementara bagi penumpang yang tidak ingin membawa sampah plastik, dapat menukarkan jenis-jenis sampah dengan tiket bus di bank sampah, drop box halte, dan drop box terminal Purabaya yang telah bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya.

“Tukarkan sampah dengan kartu setor sampah untuk ditukar dengan tiket. Dengan begitu, penumpang bisa berkeliling Surabaya selama dua jam, keliling secara gratis,” terang Risma.

Nantinya, sambung Risma, sampah-sampah plastik yang telah terkumpul akan diolah menjadi barang yang yang bermanfaat.

“Ini bentuk komitmen kami dalam menanggulangi sampah plastik yang sifatnya tidak bisa hancur ratusan tahun,” ucapnya.

Saat ini, menurut Risma, pemerintah kota telah melibatkan tiga bank sampah untuk membawa hasil setor sampah dari halte dan terminal, di antaranya bank sampah induk Surabaya, Bintang Mangrove, dan Pitoe.

Editor : RA

Komentar
Loading...