Modern technology gives us many things.

Uang Perusahaan Digelapkan 3Miliar, Bos Hotel Sopyan Inn Altama Lapor Polisi

Indonesiaberita.com, PANDEGLANG – Bos Sofyan Inn Altama Pandeglang, H. Sahrudin, kembali mempertanyakan proses hukum terkait penggelapan uang dan pemalsuan dokumen faktur Lotte Mart yang diduga dilakukan oleh Staf Bagian Keuangan, berinisial WA.

Atas kejadian itu, Sahrudin yang merasa dirugikan lebih kurang Rp.3 Miliar melakukan pelaporan ke Mapolres Pandeglang 15 November 2017 lalu. Dan masih menunggu perkembangan kasusnya hingga kini.

“Peristiwa itu sudah saya laporkan secara resmi ke pihak Mapolres Pandeglang, namun hingga 6 bulan sampai saat ini, belum ada perkembangan yang signifikan.” ujar Sahrudin kepada Indonesia Berita di Kantor Notaris Sahrudin Dan Kawan-Kawan (dimana tempat ia bekerja), Kamis siang, (19/4/2018).

Selanjutnya Sahrudin menambahkan selain alat bukti yang sudah ada, pun pelaku dalam hal, telah mengakui perbuatannya.

“Apalagi proses berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap yang bersangkutan telah berlangsung selama 6 bulan lebih 4 hari” tambahnya.

Kemudian Sahrudin berharap agar proses hukum terhadap yang bersangkutan bisa dilaksanakan lebih cepat, jelas dan transparan agar diketahui secara jelas, apa motif dan dikemanakan uang yang telah digelapkan tersebut oleh pelaku.

“Saya tak habis pikir, kenapa proses hukum terhadap yang bersangkutan berlarut-larut. Padahal seharusnya, dengan adanya alat bukti dan pengakuan yang jelas dari pelaku, yang bersangkutan telah bisa ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya.

Lebih lanjut Sahrudin menjelaskan, bahwa kejadian tersebut telah berdampak pada keuangan perusahaan yang harus membayar gaji puluhan karyawan yang menggantungkan hidup di Lotte Mart dan juga Hotel Sofyan Inn Altama.

“Nilai kerugian kami mencapai 3 Miliar rupiah, hal ini bisa di cross-check langsung ke penyidik di Polres Pandeglang, namun sepertinya proses hukum terhadap WA, masih jalan ditempat sehingga membuat saya bertanya-tanya, atau apakah dikarenakan suami dari yang bersangkutan adalah seorang anggota polisi di Mapolres Pandeglang? Mudah-mudahan dugaan saya ini salah, namun jika kasus ini masih jalan di tempat, tentu dugaan ini bisa menjadi benar,” jelasnya.

Sahrudin meminta kepada tim penyidik Polres Pandeglang untuk bekerja lebih cepat sehingga jelas muara dari kasus tersebut.

“Sebab, kalau dibiarkan terlalu lama mengambang, tentu hal itu akan menjadi preseden buruk bagi aparat kepolisian di Pandeglang sendiri.” pinta Sahrudin.

Selain ke Mapolres Pandeglang, Sahrudin menuturkan dirinya pernah pula melaporkan WA ke Polda Banten pada 8 Maret 2018.

“Namun yang saya laporkan terkait TPPU (Tindakan Pidana Pencucian Uang) yang diduga telah dilakukan WA. Dan kini prosesnya lagi ditangani Pihak Polda Banten.” tuturnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatman saat dikonfirmasi Indonesia Berita siang tadi dirinya mengatakan bahwa proses hukum terkait WA sedang berjalan.

“Yang jelas proses penanganan hukumnya tetap masih berjalan, mohon sabarlah, kan kita juga punya penanganan kasus lainnya yang berjumlah ratusan kasus, sedangkan semuanya ingin cepat selesai. Maaf ya pak saya mau ke Polda dulu ada urusan” ujarnya sambil memasuki mobilnya.

Penulis : Asep WE

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...