Indonesiabeeita.com, PANDEGLAMG – Peserta ujian tenaga pendamping program Kementerian Sosial yaitu Usaha Ekonomi Produktip (UEP) Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecill ada 18 orang terdiri dari 9 putri dan 9 putra warga Pandeglang.

Acara ujian tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten, Kamis (25/4/2018) tadi siang.

Delapan belas peserta tersebut ikuti tes tertulis dan di interview pihak Kemensos RI, maupun pegawai Dinas Sosial Propinsi Banten maupun Dinsos Pandeglang.

Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau kecil ,Dinsos Pandeglang, Muhamad Nur, kepada Indonesia Berita mengungkapkan para peserta kebanyakan lulusan Sarjana berbagai jurusan ,meski ada juga beberapa lulusan SLTA.

“Awalnya yang mendaftar sebagai peserta testing sebanyak 30 orang, akan tetapi setelah diseleksi administrasi ,hanya 18 orang yg memenuhi syarat” ujarnya.

Masih kata Muhamad Nur, dari 18 orang tersebut akan diterima hanya sebanyak 6 orang saja untuk ditetapkan sebagai tenaga pendamping.

Baca juga :

“Mereka akan ditempatkan di bagian lapangan di dua(2) kecamatan yakni 3 orang untuk Kecamatan Sumur dan 3 orang untuk kecamatan Labuan.

Sebab tiap satu orang petugas akan mendampingi sebanyak 50 orang warga penerima manfaat, sedangkan jumlah penerima manfaat program UEP tersebut yang ada di dua kecamatan itu sebanyak 300 orang.” katanya.

Pendaftaran peaerta ujian petugas pendamping UEP. Photo : Asep WE

Nur menambahkan honor yang akan diterima para petugas pendamping itu berasal dari anggaran Kementrian Sosial RI, masing-masing per bulannya Rp.1,5 juta namun untuk honor ketua koordinator Rp.2 juta.

Namun para petugas pendamping diharuskan membuat laporan secara berkala di setiap bulannya secara online ke pihak dinas terkait dan pihak kementrian, selain itu mereka juga harus amanah seta tidak pungli, sebab jika ada oknum petugas yang nakal, dan terbukti melakukan perbuatan tak terpuji, maka akan langsung dipecat.

Sedangkan jumlah bantuan dari Kemensos untuk para penerima manfaat(warga pesisir miskin-red) masing-masing per KK nya sebesar Rp.2,5 juta.

“Dana itu sifatnya stimulan, dan sebagai modal awal untuk usaha.serta ditransfer ke nomor rekening masing-masing penerima manfaat. Dan jika dari modal awal tersebut, ternyata usahanya semakin maju. Maka pemerintah akan terus memberikan bantuan permodalannya.

Bahkan akan diberi referensi pinjaman modal yang lebih besar ke bank yang ditunjuk resmi oleh pemerintah. Sehingga warga pesisir yang tadinya tergolong ekonomi lemah, maka diharapkan bisa lebih maju dan mandiri, dengan demikian maja taraf kehidupannya menjadi sejahtera” pungkasnya.

Penulis : Asep WE

Editor : YE