Sekjen Konfederasi KASBI, Sunarno memberikan dukungan lewat kampanye melalui tulisan di kertas dengan bertulisan "Saya Dukung Pengesahan RUU Masyarakat Adat".
Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah ikut kampanye RUU Masyarakat Adat pada peryaaan May Day
Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah ikut kampanye RUU Masyarakat Adat pada peryaaan May Day
Sekjen KPBI, Damar Panca Mulya ikut kampanye mendukung RUU Masyarakat Adat
Sekjen KPBI, Damar Panca Mulya ikut kampanye mendukung RUU Masyarakat Adat
Ketua SPMN, Xenos ikut mengkampanyekan #SaveSeko
Ketua SPMN, Xenos ikut mengkampanyekan #SaveSeko
Ketua Serikat Karyawan Pos Indonesia (SEKAR POSINDO), Martopo ikut kampanye RUU Masyarakat Adat pada perayaan May Day.
Ketua Serikat Karyawan Pos Indonesia (SEKAR POSINDO), Martopo ikut kampanye RUU Masyarakat Adat pada perayaan May Day.
Ketua LMND Jabodetabek Tintus Formancius, ikut kampanye RUU Masyarakat Adat dan Hentikan Kekerasan terhadap perempuan di Seko
Ketua LMND Jabodetabek Tintus Formancius, ikut kampanye RUU Masyarakat Adat dan Hentikan Kekerasan terhadap perempuan di Seko
Budayawan Wilson Obligados ikut kampenye RUU Masyarakat Adat pada perayaan May Day
Budayawan Wilson Obligados ikut kampenye RUU Masyarakat Adat pada perayaan May Day
Anggota Bara KASBI ikut terlibat kampanye RUU Masyarakat Adat
Anggota Bara KASBI ikut terlibat kampanye RUU Masyarakat Adat
Anggota Front Nasional, Bayu Sangkala dukung RUU Masyakarat Adat.
Anggota Front Nasional, Bayu Sangkala dukung RUU Masyakarat Adat.
Anggota Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) ikut merayakan aksi May Day dengan membentangkan Bendera AMAN dan BPAN
Anggota Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) ikut merayakan aksi May Day dengan membentangkan Bendera AMAN dan BPAN
Massa aksi dari Gerakan Buruh untuk Rakyat (Gebrak) ikut kampanye RUU Masyarakat Adat pada perayaan May Day
Massa aksi dari Gerakan Buruh untuk Rakyat (Gebrak) ikut kampanye RUU Masyarakat Adat pada perayaan May Day
Peserta aksi May Day dari pelaut ikut kampanye RUU Masyarakat Adat
Peserta aksi May Day dari pelaut ikut kampanye RUU Masyarakat Adat
Massa aksi dari Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif Untuk Demokrasi (Sindikasi) 
Massa aksi dari Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif Untuk Demokrasi (Sindikasi) 
Salah satu pekerja media yang sedang melakukan peliputan pada perayaan May Day ikut kampanye mendukung RUU Masyarakat Adat.
Salah satu pekerja media yang sedang melakukan peliputan pada perayaan May Day ikut kampanye mendukung RUU Masyarakat Adat.

Indonesiaberita.com, Jakarta – Puluhan ribu orang yang tergabung dalam Gerakan Buruh Untuk Rakyat (Gebrak) yang terdiri dari KPBI, KASBI, KSN, SGBN, Jarkom, SP Perbankan, LMND, SMI, FMK KPOP, YLBHI, LBH Jakarta, KontraS, KPA, TURC, dan berbagai organisasi rakyat lain melakukan aksi turun ke jalan merayakan Hari Buruh Internasional, lebih populer dengan sebutan May Day. Dalam aksinya, mereka juga ikut menyuarakan isu Masyarakat Adat.

Pantauan Indonesia Berita, Selasa (1/4) beberapa dari unsur pimpinan buruh seperti Sekjen Konfederasi KASBI, Ketua Umum KPBI, dari LBH Jakarta, Aktivis Mahasiswa, Budayawan dan massa aksi dari buruh sendiri ikut terlibat kampanye Rancangan Undang-undang (RUU) Masyarakat Adat. Mereka secara bergantian memegang poster bertuliskan, “Saya Dukung RUU Masyarakat Adat serta Stop Kekerasan dan Kriminalisasi Perempuan dan Anak #Save Seko.”

Baca Juga : Kelas Buruh Harus Berpartai

Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Moh. Jumri mengatakan, Perayaan May Day tahun 2018, harus menjadi momentum ajang konsolidasi antara gerakan rakyat. Gerakan buruh harus terus berbicara di semua sektoral, termasuk isu Masyarakat Adat di Indonesia yang sedang memperjuangkan RUU Masyarakat Adat.

Jumri juga mengingatkan, “Peringatan May Day tahun ini, harus bisa menjahit isu bersama serta membangun koalisi dengan kelompok gerakan petani, Masyarakat Adat, gerakan kaum miskin kota, tujuannya agar menyatukan energi menuntut perubahan sistem kekuasaan. Selain itu, negara juga harus terus ditekan untuk berani mengesahkan RUU Masyarakat Adat, sebagai payung hukum isu Masyarakat Adat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum KPBI Ilhamsyah juga menegaskan, “Kita memang tidak hanya bicara disektor buruh, kita bahkan menyuarakan tentang isu kriminalisasi dan kekerasan yang kerap terjadi dalam konflik agraria dan Masyarakat Adat agar dihentikan.”

Ilham juga menyebutkan, dalam laporan Jaringan Advokasi Tambang tahun 2017-2018, saat ramai berlangsungnya Pilkada, terdapat 170 izin tambang dikeluarkan yang patut dicurigai berkaitan dengan ijon politik. Di Jawa Barat saja, ada 34 izin tambang muncul tanggal 13 Februari 2018, dua pekan sebelum penetapan calon kepala daerah. Sedangkan di Jawa Tengah dikeluarkan 120 izin tambang yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018. “Rakyat harus melawan agenda-agenda yang mengutamakan modal semata, dengan menindas buruh, tegas Ilhamsyah.

Salah satu orator aksi dari Front Nasional Bayu Sangkala menyerukan, Masyarakat Adat merupakan salah satu elemen penting yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses perjuangan kelas buruh. Sejatinya Masyarakat Adat-lah yang menjaga dan menentang penggusuran tanah milik mereka.

“Masyarakat Adat melawan kapitalisme dan menolak penggusuran. Selama mereka berpegang teguh pada budayanya, aspek itulah yang membuat kita semua harus sama-sama membangun harmoni pada setiap komponen perjuangan, karena hanya persatuan yang dapat memukul habis kapitalisme.” tutupnya.

Penulis : Heru Kurniawan
Editor Eka Hindrati