Indonesiaberita.com, TANGERANG – Sebanyak 125 Pekerja di PT Klip Plastik Indonesia mendapatkan keadilan dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Gugatan mereka melawan PT. Klip Plastik Indonesia yang beralamat di Jl. Yos Sudarso Kelurahan Kebon Besar Kec. Batuceper Kota Tangerang dikabulkan oleh Majelis hakim MA pada 25 April 2017 dengan menghukum Perusahaan agar mempekerjakan kembali pekerja yang di PHK dan membayar upah proses sejak tertanggal 26 Agustus hingga berkekuatan hukum tetap.

Berbekal putusan Mahkamah Agung, perkara nomor 43/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.srg tertanggal 11 Oktober 2016 Jo nomor 346K/Pdt.sus-PHI/2017 tertanggal 25 April 2017, untuk melakukan sita eksekusi atas tanah dan bangunan PT. Klip Plastik Indonesia, maka pada jumat (4/5) lalu, pihak PN Serang Banten membacakan sita eksekusi.

Anggota Federasi Serikat Buruh Nusantara PT. Klip Plastik Indonesia Yang Mengawal Proses Pembacaan Sita Eksekusi

Panitera PN Serang Banten mengatakan, proses pembacaan sita eksekusi menjalankan hasil penetapan PN Serang terkait gugatan antara Carli Yanto dkk (125 orang) tanah dan bangunan yang diajukan pihak penggugat dengan termohon PT. Klip Plastik Indonesia tersebut statusnya menjadi a quo.

“Tanah dan bangunan PT. Klip Plastik saat ini statusnya menjadi a quo, dan harapannya tidak di pindah tangankan. Sehingga, setelah ada keputusan sita eksekusi dilakukan pemasangan tanda sita eksekusi di blok-blok masuk dalam perkara gugatan,” tegas petugas PN sesaat sebelum pembacaan sita eksekusi.

Baca Juga :

Dalam kesempatan itu, hadir pula anggota Federasi Serikat Buruh Nusantara PT. Klip Plastik Indonesia yang mengawal proses pembacaan.

“Ya, intinya kita mengawal proses pembacaan sita eksekusi tersebut. Hingga sekarang masih ada anggota yang melakukan pengamanan di lokasi, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Sejauh ini kondisi aman dan kondusif,” ungkap Ramlan selaku perwakilan pekerja.

Editor : YE