Modern technology gives us many things.

Ini Tiga Hal Utama Dilakukan Rizal Ramli jika Jadi Presiden

IndonesiaBerita.com – Jika nantinya terpilih menjadi presiden maka mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli berjanji akan melakukan tiga hal penting.

“Pertama, saya akan menangkap 100 orang brengsek yang merusak ekonomi bangsa dan sistem kenegaraan kita,” jelasnya saat mengikuti diskusi bertajuk “Utang Pemerintah dan Masa Depan Perekonomian Pemerintah” di UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Rabu (9/5/2018).
Pria asal Padang, Sumbar ini pun berjanji akan mengirimkan mereka ke Pulau Malaria yang ada di selatan Kalimantan. Ia berseloroh hal itu dilakukan untuk menghilangkan tuduhan pelanggaran HAM dengan alasan koruptor itu meninggal karena malaria.
Hal kedua yang akan dilakukan akan merubah sistem utang pemerintahan. Di mana saat ini sistem utang pemerintah didasarkan pada bunga utang besar dan pengondisian aturan yang menguntungkan pemberi utang.
Lanjut kata pria yang dikenal vokal ini, pengkondisian kebijakan atau aturan yang menguntungkan para penghuntang seperti swastanisasi air bersih dan privatisasi di segala bidang.
Lantaran kata dia, aturan ini merupakan pintu masuk neoliberalisme yang ujung-ujungnya adalah kapitalis.

 

Selanjutnya dia berjanji akan merubah strategi utang dengan memaksimalkan tawaran pinjaman yang memiliki bunga rendah semisal seperti yang ditawarkan Kuwait. Tidak hanya itu, pemerintah akan mengadakan kerja sama utang dengan negara-negara Eropa yang konsen pada lingkungan. Salah satunya Jerman yang bersedia memotong triliunan utang dengan syarat Indonesia harus menjaga jutaan hektar lahan konservarsi.
Sementara, hal ketiga yang akan dilakukan adalah merubah sistem politik dari demokrasi kriminal menjadi demokrasi yang akuntabel. Demokrasi kriminal yang terjadi sekarang adalah membebaskan partai politik mendapatkan dana dari mana saja.
Akibatnya kader partai yang terpilih melakukan korupsi karena harus mendapatkan ganti uang yang dikeluarkan. Alhasil saat ini banyak pemimpin daerah maupuan anggota legislatif yang ditangkap karena nyolong.
“Berbeda dengan demokrasi akuntabel. Partai mendapatkan anggaran dari negara dan dilakukan audit.
Sehingga tugas partai hanya mencari kader terbaik untuk membawa kesejahteraan rakyat. Ini seperti di Eropa,” katanya.
Ditambahkannya jika dirinya dipercayakan memimpin Indonesia, maka dia sesumbar menjamin akan ada pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen atau dua kali lipat dibandingkan sekarang. Pertumbuhan ini akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat dari 4.000 dollar menjadi 7.500 pada 2024 nanti.

 

Editor : MJ

 

Komentar
Loading...