Menjadi Referensi Mendunia

Pengamat Intelejen, Kejadian di Mako Brimob Murni Radikal

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Pengamat Intelejen Stanislaus Riyanta memandang kejadian penyerangan dan penyanderaan serta jatuhnya korban jiwa di Markas Komando Brimob Kelapa Dua adalah murni mereka radikal, menurutnya tidak ada hubungan dengan faktor lain.

“Jika ISIS mengakui bahwa kejadian tersebut ada hubungannnya dengan ISIS memang benar, karena sebagian besar dari mereka adalah Narapidana Teroris yang berafiliasi dengan ISIS” ujar Stanislaus dalam keterangannya melalui pesan singkat, di Jakarta, Kamis, (10/5).

Baca Juga : Hendardi : Evaluasi Sistem Penjara Napiter

Sambungnya, Napiter yang membuat ulah di Mako Brimob adalah orang dengan karakteristik radikal, dan tentu saja sumbu pendek, sambung Stanislaus

Baca Juga : Waspadai Kesepakatan Tertutup Pembahasan RUU Terorisme

Testimoni HUT IBcom

“Mereka menganggap bahwa polisi adalah musuh, thogut. Ketika ada masalah soal makanan, maka menjadi trigger bagi mereka untuk memprovokasi sesama napiter untuk melawan petugas” ujar Pengamat Intelejen ini

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sebagaian besar mereka adalah mantan kombatan, “jadi bukan hal yang mustahil untuk melawan petugas dan merebut senjata” terangnya

Baca Juga : Tidak Siap Bertanding, Pihak Oposisi Gunakan Kampanye Hitam

Ia juga berpesan kepada pemerintah, agar dapat mengevaluasi penangan tahanan narapidana teroris, “pemerintah harus mengevaluasi penanganan napiter, kasus ini menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk membuat strategi yang tepat terutama dalam program deradikalisasi.” Tandas Stanislaus Riyanta yang juga sedang menyelesaikan study Doktoral bidang Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

Editor : RA

Komentar
Loading...