Indonesiaberita.com, JAKARTA – Menteri Desa, Pembangun Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan pengentasan kemiskinan pembangunan desa sangat penting.

“Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan kemiskinan.” kata Mendes PDTT Eko Putro dalam sambutannya pada Rakonas Panitia Nasional Nonton Bola Piala Dunia 2018 di Grand Sahid Jaya, Sabtu (12/5/2018)

Menurut Mendes PDTT bahwa Presiden Jokowi  ingin membangun Indonesia dari pinggiran dan dari desa-desa.

“Pak Jokiwi sadar benar karena beliau melalui nawa citanya yang ketiga bertekad untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan dari desa desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.” ungkapmya.

Selanjutnya Mendes menjelaskan bahwa lemiskinan ada di desa-desa kalau mereka tertinggal bisa menggangu stabilitas soaial.

“Alhamdulillah dengan basic model yang benar dengan direction yang kuat dengan komitmen politik yg sangat kuat dari presiden jokowi 3 tahun ini indonesia telah berhasil mengurangi angka orang miskin dari 27 juta menjadi 17 juta. Mudah-mudahan kalau ini bisa berlanjut, dalam 6 tahun lagi sudah tidak ada lagi orang miskin di indonesia.” jelas Mendes.

Tak lupa juga Mendes menyampaikan mudah-mudahan acara nonton bola ini bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih tahu program-program pemerintah,

“Dana desa yang besarnya luar biasa dan sudah lebih dari 187 triliun 4 tahun ini hingga masyarakat bisa lebih berpartisiasi dalam membangun desanya.” paparnya.

Mendes mengapresiasi acara nonton bola Piala Dunia yang digagas Projo.

“Saya sangat mengapresiasi kepada projo karena bisa membantu menggairahkan ekonomi indonesia dibawah tekanan ekonomi dunia yang sekarang sedang bergejolak.” tuturnya.

Sebagai harapannya Mendes mengutarakan acara ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat desa.

“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini masyarakat desa ekonominya bisa lebih maju bahwa triliunan rupiah ekonomi dari kota akan datang ke desa karena waktunya tepat pada saat lebaran bisa lebih menggairahkan perekonomian Indonesia.” harapannya.

Editor : YE