Modern technology gives us many things.

Jangan Takut Share Poto Aksi Teroris

Oleh :

KH. Nuril Arifin

Demikian….
Banyak himbauan bermunculan di wall FB kum…..hmmmt

Ada juga permintaan untuk tidak di upload itu dengan halus, yang mencoba menampilkan alasan agak rasional meski menyembunyi kan kepengecutan :

“Gus jika foto foto di share mereka semakin bangga”

Hmmm…..
Semua ini tidaklah salah. Semua memiliki prespektif sendiri-sendiri. Tetapi sangat lemah dan lucu, jika tidak disebut keblinger. Wong di share saja secara terbuka. Kongkrit , dibilang rekayasa. Apalagi gak ada fotonya?

Menurut saya….
Justru harus di share . Untuk menunjukan bukti sejarah bahwa ada anak cucu bangsa sendiri yang berkhianat kepada bumi Pertiwi. Mereka menjadi anggota PKI Arab/ HTI (tentara pembebas) asing.

Bermadhab Wahabi.yang menjadi faksi ISIS dari nasab keturunan khowarij. Khawarij itu dari kata khuruj alias keluar. Mereka di zaman awal Islam, kelompok yang keluar dari kesepakatan Islam.

Dia bukan pengikut Sayidina Ali juga bukan pengikut Sayidina Usman.dia keluar dari Jannah Islam mesti mengaku Islam.

Maka …
kelompok ini yang yang melahirkan kerusuhan sepanjang sejarah Islam. Bahkan yang membunuh Sayidina Ali dan Usman.

Maka foto harus di share ….
agar kalian tahu dan betapa susah dan sedih hati, hati seorang Istri atau Ibu yang kehilangan suami dan anak-anaknya. Dibantai teroris, dibom dan di dalam tubuhnya, pada saat bertugas sebagai bhayangkari Negara.

Saudaraku, coba bayangkan ,;
Kalian tidur, Polisi yang jaga.
Kalian nyinyir dimedsos seolah olah jagoan sendiri. Mengutuk sana kutuk sini. Tetapi Polisi yang mati.

Kalian sok moralis, tidak tegaan hati , karena melihat korban bersimbah darah, tetapi kalian acuh tak acuh. Melihat pun gak mau. Apalagi membela..,?

Kalian ini piye tho..
Apa karena anda sudah merasa Polisi lewat membayar pajak? Kemudian semua diserahkan kepada polisi.
Polisi itu juga manusia. Butuh kehadiran kita. Butuh rakyat untuk membelanya. Sekurang-kurangnya untuk memberinya spirit suporter kepercayaan diri.

Maka…
Jika foto-foto tidak dishare dimedia, akan semakin membuat kita acuh tak acuh dan pengecut. Hanya berani di sosmed, sambil sembunyi diketiak polisi.

Ingat…polisi butuh dukungan kita. Bukan malah kita perbudak untuk jaga kita sementara kita sok moralis…

Ini akan jadi bukti sejarah bahwa PKI Arab jauh lebih sadis dari PKI Cina dan Soviet. Jika kalian takut share foto itu membuat bangga mereka. Ayoooo turun yuk.turun..

Turun gunung. Jaga kampung. jaga warga. jaga kota. Jangan beri kesempatan PKI Arab /HTI ngebom dan bangga melihat hasilnya.
Ayo kawan . Gabung PGN. Jangan hanya berkoaar di sosmed dan mematikan motivasi patriot pecinta tanah air.

Ini bukan hanya urusan Pribadi Polisi. Ini Urusan semua anak negeri.
Ini bukan hanya urusan penguasa atau oposisi penguasa. Ini urusan kita semua. Saatnya tanggalkan kemunafikan. Tanggalkan perpecahan.

Hadapi dulu musuh bersama .baru setelah itu tentukan titik perebutan kekuasaan lagi.

Negara begini kacau masih saja pura pura tidak tahu malah saling salah menyalahkan. Nurani mu dimana.

Penulis sebagai Penghasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal

Komentar
Loading...