Modern technology gives us many things.

Cuaca Ekstrim Nelayan Tradisional Pultab Tidak Melaut

Indonesiaberita.com, TALIABU- Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) dilanda kondisi ombak besar, mengakibatkan sejumlah nelayan tradisional daerah ini memilih untuk tidak melaut.

Salah satu nelayan, Agung (34), Kecamatan Tabona, kabupaten Pultab mengatakan, ombak besar di laut daerahnya telah terjadi hampir sepekan ini sehingga membuat banyak nelayan tradisonal tidak melaut.

“Sudah beberapa hari ini ombak besar terjadi disertai angin kencang,” ungkap Agung saat ditemui media indonesiaberita.com, Selasa (15/05/2018)

Agung menambahkan banyak nelayan yang berada di wilayah pantai selatan saat memasuki musim timur ini lebih memilih dirumah ketimbang melaut karna bisa mengancam keselamatan nelayan itu, seperti kapal mengalami bocor dan bisa tenggelam disapu ombak besar.

“Bahaya kalau dipaksakan melaut karena bukan hasil ikan yang didapat namun nyawa terancam, nelayan terpaksa rela kehilangan pendapatannya sementara waktu hingga laut kembali teduh. Mau gimana lagi ini faktor cuaca,” tambahnya dengan nada kecewa.

Baca juga : Dikbud Taliabu Menghimbau Sekolah Adakan Pasentren Kilat Jelang Ramadhan

Sementara itu secara terpisah Amrin Ang, salah satu masyarakat di Kecamatan Tabona juga menyatakan ombak besar memang biasa terjadi setiap musim timur ini, berbeda dengan musim barat yang relatif jarang ditemui ombak besar.

“Pada musim timur ini nelayan tidak bisa melaut dan tidak ada hasil tangkapan ikan, akibat dari itu masyarakat selama beberapa bulan tidak bisa menikmati ikan sampai musim ombak selesai, sementara itu masyarakat hanya bertahan dengan makanan instan dan telur ayam sebagai pengganti lauk” tuturnya.

Amrin menambahkan biasanya musim timur terjadi di awal Mei sampai Agustus

“Terjadinya awal Mei sampai Agustus” tambahnya.

Reporter : Andy Permata

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...