Modern technology gives us many things.

Bupati Pandeglang Koordinasi Dengan Kemen PPPA Dalam Percepatan KLA

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Bupati Pandeglang Irna Narulita didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kurnia Satriawan dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Raden Dewi Setiani lakukan koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP/PA), Rabu (16/5).

Koordinasi ini dalam rangka percepatan menuju Pandeglang Kota Layak Anak (KLA). Bupati dan jajaran diterima oleh Deputi Tumbuh Kembang Anak Leny Nurhayati Rosalin.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Leny Nurhayati Rosalin menyampaikan, untuk mewujudkan Kota Layak Anak harus memenuhi beberapa klaster. Kata dia, klaster tersebut sangat mempengaruhi berbagai faktor salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Klaster yang harus dipenuhi yaitu Hak sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Anak, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya, dan Perlindungan Khusus,” kata Leny.

Menurutnya, tujuan akhir dari KlA ini adalah Indonesia Layak Anak (IDOLA). Dirinya meyakini, Pandeglang juga punya tujuan yang sama karena bagian dari Indonesia.

“Semua Kabupaten dan Kota seindonesia menggunakan klaster ini tanpa terkecuali untuk menuju IDOLA. Saya yakin Ibu Bupati punya pola untuk mewujudkan itu dengan membuat praturan agar Kecamatan dan Desa dapat mewujudkan lima klaster tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut Leny mengungkapkan, anak adalah investasi karena kedepan mereka akan jadi tulang punggung bangsa ini saat menghadapi bonus demografi. Jika tidak disiapkan dari saat ini mau kapan lagi.

“Saya minta daerah membuat Perda, karena harus ada penekanan atau mengikat. Selain itu masyarakat, dunia usaha dan media juga memiki peran untuk mendorong terwujudnya KLA,” lanjutnya.

Masih kata Leny, ada empat prinsip yang harus dilakukan untuk mewujudkan KLA. Hal ini sangat penting, dan harus dilakukan oleh setiap Kabupaten atau Kota yang menuju KLA.

“Empat prinsip itu adalah non diskriminasi, menghargai pandangan anak, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan,” pungkasnya.

Leny menambahkan, jika kota sudah layak anak, berarti layak untuk orang dewasa. Ini karena anak merupakan manusia yang sensitif.

“Tidak ada anak yang salah, yang ada orang tua yang salah,” tutupnya.

Menanggapi rekomendasi Deputi Tumbuh Kembang anak, Bupati Pandeglang Irna Narulita menyampaikan, dirinya bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (Terkait), akan segera mempersiapkan yang jadi peryaratan untuk memenuhi indikator KLA salah satunya Peraturan Daerah (Perda).

“Kami bersama DPRD akan segera mengupayakan dalam pembuatan perda. Perda ini sebagai pijakan dalam menjadikan Pandeglang sebagai KLA,” kata Irna

Irma menyampaikan peraturan tersebut akan menjadi acuan setiap OPD dalam membuat satu program dalam mendorong KLA. Karena untuk mewujudkan KLA di Pandeglang harus melibatkan beberapa OPD terkait.

“OPD yang terlibat tidak hanya DP2KBP3A, BAPPEDA, DINKES, DISDUK, POL-PP, DISHUB, DISKOMSANTIK, melainkan pihak Desa karena sasarannya adalah masyarakat,” ungkapnya.

Penulis : Deni Sutoto

Editor : YE

Komentar
Loading...