Indonesiaberita.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis infrastruktur jalan dalam melayani arus mudik tahun 2018 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut didasari baiknya kondisi jalan nasional yang menjadi jalur mudik dengan tingkat kemantapan 90 persen. Selain itu untuk jalan tol, pemudik tahun ini bisa menggunakan dari Merak hingga Pasuruan sepanjang 995 km. Meski dari panjang tersebut, 237 km masih berstatus fungsional tetapi sudah dapat diakses selama 24 jam dengan fasilitas penunjang yang memadai.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, pada masa mudik Lebaran, pihak badan usaha jalan tol (BUJT) akan memberikan diskon tol rata-rata 10% di seluruh ruas tol. Hal tersebut merupakan merupakan kebijakan yang bersifat sukarela dari BUJT. Akan tetapi, pihaknya belum dapat memastikan waktu pemberlakuan kebijakan tersebut.

“Sebagian ingin bersamaan dengan libur Lebaran tanggal 11 Juni 2018 sampai 19 Juni 2018, namun ada yang berkeinginan diskon tol diberikan pada puncak mudik H-2 dan H+2 Lebaran. Apabila BUJT sudah sepakat, maka saya akan buatkan surat keputusannya,” kata Menteri Basuki di Jakarta, 18 Mei 2018.

Mengenai kekhawatiran semakin macetnya jalan tol karena adanya diskon tol, Menteri Basuki mengaku telah berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas (korlantas) Polri dalam manajemen lalu lintasnya.

Dengan semakin panjangnya tol yang bisa digunakan, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menghimbau, agar pemudik tidak euforia melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol yang lurus. Pemudik diminta untuk tetap berhati-hati dan beristirahat yang cukup.

“Selain itu, periksa kondisi kendaraan dengan baik, jangan sampai mogok, terutama di tol fungsional. Meski disiapkan mobil derek namun tentu akan menghambat kendaraan lainnya. Tol fungsional akan difungsikan satu arah dengan dua lajur,” kata Arie Setiadi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menambahkan, saat ini transaksi tol sudah 100 persen non tunai. Olehnya itu pihaknya akan meminta pihak BUJT memaksimalkan seluruh gardu transaksi untuk beroperasi. Sebagai penunjang tambahan, akan diadakan petugas dengan mesin pembaca kartu tol (mobile reader e-toll) dan menyiapkan lebih banyak fasilitas top up serta kartu baru yang tersebar di rest area dan gardu transaksi tol.

Meski demikian Herry juga tetap menghimbau pemudik untuk memastikan ketersediaan saldo sebelum memasuki jalan tol guna menghindari terjadinya kemacetan di gardu transaksi.

“Sebagai contoh, tarif Jakarta-Surabaya Rp 344.000. Pemudik dapat mengisi saldo kartu elektronik hingga maksimal Rp 2 juta. Ada sekitar 250 mobile reader yang sudah siap dan 150 ribu kartu baru untuk mengantisipasi pemudik yang belum mempunyai kartu elekrtonik tol. Untuk rekayasa lalu lintas kami serahkan sepenuhnya kepada Kakorlantas,” terangnya.

Sementara itu, pada mudik tahun 2018, Jembatan Kali Kenteng sepanjang 496 meter di ruas tol Salatiga-Kartasura belum bisa dilalui.

“Kami membangun jalur sementara di sisi bawah jembatan, dengan kondisi perkerasan lean concrete, tidak curam sehingga aman bagi pengguna jalan,” kata Arie.

Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Fasilitasi Jalan Daerah Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto menghimbau kepada pemudik yang ingin melewati Jembatan Kenteng pada ruas tol Salatiga-Kartasura untuk berhati-hati dan jika kondisi cuaca hujan atau sudah larut malam, diharapkan untuk lebih memilih jalan arteri. Kelancaran dan keamanan mudik tidak hanya ditentukan oleh prasarana, pengaturan lalu lintas, melainkan juga didukung oleh perilaku para pengendara selama di jalan.

Editor : YE