Modern technology gives us many things.

DPN ISRI: Dukung Langkah Presiden Preventif Dalam Pemberantasan Terorisme, Melalui Lembaga Pendidikan

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Sarjan Rakyat Indonesia (ISRI) Cahyo Gani Saputro mendukung dan sepakat langkah Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa langkah preventif dalam pemberantasan terorisme melalui pendidikan adalah suatu pernyataan yang sangat tepat dan perlu di dukung seluruh stakeholder.

Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, “Langkah preventif paling baik adalah bagaimana kita semuanya membersihkan lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, ruang publik, mimbar umum, dari ajaran ideologi sesat seperti terorisme” ujar Cahyo

Cahyo juga menegaskan revisi Undang-Undang Antiterorisme yang sedang dibahas pembuat UU adalah produk politik yang saat ini perlu segera di sahkan dan di undangkan guna penanganan terorisme, namun upaya preventif lebih mempunyai dampak yang lebih panjang untuk kelangsungan konsensus kebangsaan kita yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, oleh karena perlu dibahas bersama bagaimana formulasi yang tepat oleh segenap stakeholder.

Testimoni HUT IBcom

Cahyo mengatakan agar tawaran preventif ini bukan sekedar lips servis Pemerintah perlu segera menghadirkan Pancasila dan Budi Pekerti sebagai mata ajar disetiap jenjang pendidikan dan semua pengajar disetiap jenjang pendidikan diberikan peningkatan kapasitas pengetahuan tentang Pancasila secara rutin satu pekan atau satu bulan sekali dengan memaksimalkan kerja BPIP yang dibentuk Jokowi, selain itu formulasi Budhi pekerti pemerintah dapat memaksimalkan kerja Dirjen Kebudayaan dengan mengumpulkan budayawan dan stakeholder dari masing-masing wilayah untuk memformulasi mata ajar budhi pekerti yang akan disampaikan pada setiap jenjang pendidikan agar sesuai dengan kearifan lokal wilayah dan daerah masing-masing, kata Cahyo.

Selain itu Jokowi juga harus punya political will dengan memberikan peran pada tokoh pendidikan yang mempunyai cara fikir seperti Ki Hadjar Dewantoro menteri pengajaran pertama kemudian Alisastro Amidjodjo, Sarmidi Mangunsarkoro beliau-beliau adalah para tokoh pendidikan nasionalis, yang mana Cahyo nilai kelompok nasionalis masih ditempatkan “dipanggir” baik di jajaran kabinet, birokrasi, BUMN maupun jabatan publik lainnya maupun bantuan kepada yayasan pendidikan yang berhaluan nasionalis yang tidak diragukan jiwa merah putihnya, mendengar, melihat dan merasakan hal tersebut Ia merasa prihatin, bahkan hampir mayoritas nothing to lose mendukung Jokowi ucapnya.

Namun Cahyo mengapresiasi bahwa Jokowi berani memulai dalam pemikiran, syukur dalam pelaksanaannya dalam mencegah terorisme, ekstrimisme agar tidak tumbuh subur, yang mana hal tersebut tidak akan subur bila Pemerintah sebelumnya tidak membiarkannya artinya sikap Jokowi tegas dalam hal ini patut dan layak di dukung, sikap langkah pemikiran Jokowi layak disebut sebagai seorang demokrat bukan seorang yang diktator atau represif sebagaimana perjuangan era reformasi yang mana para pejuangnya tidak senang dengan pemimpin dengan pendekatan represif dan tirani, namun cara-cara yang demokratis ujar Sekjen DPN ISRI ini.

Editor : YE

Komentar
Loading...