Modern technology gives us many things.

Kang Hasan : Kita Harus Pegang Wasiat Sunan Gunung Jati Untuk Rawat Tajug dan Fakir Miskin

Indonesiaberita.com, CIREBON – Tingkat kemiskinan di Jawa Barat masih berada di angka yang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2017, angka kemiskinan di Jawa Barat yakni 8,71 persen atau sekitar 4 juta lebih warga Jawa Barat masih hidup dalam garis kemiskinan.

Melihat hal tersebut, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin mengatakan, akan menjunjung pesan Sunan Gunung Jati untuk terus memelihara tajug atau Masjid dan orang miskin.

“Saya akan pegang terus wasiat Sunan Gunung Jati yakni “titip tajug lan fakir miskin,” ungkap cagub yang akrab disapa Kang Hasan itu, saat bertemu dengan masyarakat Karang Anyar, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Selasa (29/5/2018).

Pesan dari salah satu Wali Songo, Sultan Syarief Hidayatullah tersebut, lanjut mantan anggota Komisi I DPR RI ini  bisa realisasikan melalui berbagai program, yang mampu mensejahterakan, serta mengangkat harkat dan martabat hidupnya.

“Bisa melalui pelayanan kesehatannya yang dipermudah, atau pemberian lapangan kerja,” imbuh Kang Hasan.

Baca juga :

Sidebar banner ads

Menurut Purnawirawan Jendral TNI AD itu, rakyat miskin mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan yang prima dari pemerintah. Baik pelayanan kesehatan, pendidikan yang terjamin, serta isi perutnya terpenuhi.

“Itu semua tanggung jawab pemimpin dan negara, jangan ada istilah ‘Wong Miskin’ tidak boleh sakit, karena tidak mampu bayar,” tutur Jendral Bintang dua itu.

Pesan Sunan Gunung Jati yang tak kalah penting yakni memelihara Tajug, yang juga diartikan sebagai tempat untuk menimba ilmu keagamaan seperti madrasah dan pesantren. Kang Hasan bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton) telah menyiapkan program 1 Triliun per tahunnya. Anggaran tersebut, sambungnya, akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan pondok pesantren serta kegiatan pendidikan keagamaan, termasuk didalamnya, tempat ibadah, insentif Guru Ngaji, hingga Marbot Masjid.

“Pesantren atau madrasah itu tempat untuk mendidik akhlak generasi bangsa, yang akan terus kita dorong untuk maju dan berkembang,” paparnya.

Pada kesempatan, Kang Hasan sempat berbincang dan menampung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Kang Hasan juga menyapa masyarakat Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, yang disambut dengan iringan lagu Hasanah.

Editor : YE

Komentar
Loading...