Modern technology gives us many things.

Gamolan Institute Lampung Berharap Konflik Tugu Perbatasan Jangan Sampai Berkepanjangan

Indonesiaberita.com, LAMPUNG – Gamolan Institute Lampung menerima kabar dari masyarakat Pekon Pelita Jaya, Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat bahwa tugu perbatasan di pinggiran rawa telah tergali dan rusak.

Menurut Ketua Gamolan Institute Lampung, Novellia Yulistin tugu perbatasan itu diduga sudah ada yang merusak dan membingkarnya.

“Diduga sudah ada yang merusak dan membongkar tugu perbatasan yang menjadi konflik masyarakat tersebut.” kata Ketua Gamolan Institute Lampung, Novellia Yulistin beedasarkan keterangan persnya yang diterima Indonesia Berita, Rabu (13/6/2018).

Selanjutnya Novel mengungkapkan masyarakat yang geram akan pembongkaran tugu mereka pun bermusyawarah menyikapi hal tersebut.

“Dugaan masyarakat tugu dirusak oleh oknum Pekon Tanjung Jati.” ungkapnya.

Tugu perbatasan Pekon Pelita Jaya yang digali dan dirusak oknum.

Lebih lanjut Novel menyampaikan bahwa musyawarah yg dipimpin pihak peratin Pekon Pelita Jaya menenangkan masyarakat yang sudah mulai emosi.

“Hasil keputusannya masyarakat cukup membuat kembali tugu tersebut.” jelasnya.

Baca juga :

Sidebar banner ads

Novel menegaskan saat pembangunan tugu tersebut didampingi Babin dari Pekon Pelita Jaya dan Pekon Tanjung Jati dan sempat terjadi cekcok mulut dengan satu warga Tanjung Jati.

“Dalam proese pembangunan tugu tersebut sempat terjadi cekcok mulut dengan satu warga (perempuan) Tanjung Jati yang mengatakan bahwa lokasi tanah tersebut milik Tanjung Jati, dan mengancam akan membongkarnya kembali.” tegas Novel.

Dari kejadian ini Ketua Gamolan Institute Lampung menghimbau kepada masyarakat untuk tenang. Persoalan yang berasal dari Perbup no 40 tahun 2017 harus disikapi dengan kepala dingin.

“Karena masyarakat antar pekon masih bersaudara dan berasal dari satu marga.” himbaunya

Sebagai penutup dalam keterangan persnya Novel juga menghimbau kepada pemerintah pesisir barat agar segera menyelesaikan konflik yang seperti api dalam sekam, jangan membuat masalah perbatasan menjadi konflik horizontal antar saudara, menjadi bom waktu yang terus dibiarkan.

“Tanggung jawab pemerintah, saibatin marga, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, peratin 3 pekon untuk meredam konflik yang akan berkepanjangan.” tutupnya.

Penulis : Rakha

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...